Victor Santosa: Penerima Vaksin Harus Patuhi Protokol Kesehatan 3M



TintaSiyasi.com-- Menanggapi vaksin Covid-19 yang sudah disosalisasikan oleh Presiden Joko Widodo dan jajarannya, Advokat Judicial Review dan Kuasa Hukum Uji Perda Covid Victor Santoso Tandiasa S.H., M.H., mengatakan bahwa orang yang vaksin masih harus mematuhi protokol kesehatan 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak), karena orang yang divaksin belum tentu bebas Covid-19. 

“Bahwa orang yang (diberi) vaksin belum tentu bebas Covid, mereka masih harus mematuhi protokol kesehatan 3M. Ini klop dengan pernyataan Menteri Kesehatan bahwa pertahanan terbaik covid adalah 3M,” ujarnya dalam FGD#16: The Otoriterian State Tanda Bangkitnya The New Chaliphate? Tinjauan Multi Perspektif, Sabtu( 16/1/ 2021) di kanal Youtube Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD ).

Ia menjelaskan, para penerima vaksin berpotensi menjadi kurir baru Covid-19, jika tidak menerima edukasi yang benar. “Cukup membahayakan adalah ketika orang-orang yang tidak mendapatkan edukasi dan menganggap dia sudah kebal setelah vaksin, orang yang vaksin bebas ke mana-mana. Ini akan menjadi kurir baru pembawa Covid. Klaster baru penyebaran Covid melalui orang-orang yang sudah vaksin, contoh nyata adalah kasus Raffi Ahmad,” bebernya.

Ia menilai, apabila vaksin dipaksakan dan belum teruji mengindikasikan pemerintah lebih mementingkan kepentingannya. "Vaksin yang dipaksakan kepada rakyat yang belum tentu benar hasil ujinya dan belum tentu bebas dari Covid, mengindikasaikan bahwa pemerintah hanya mementingkan kepentingan mereka pribadi dari pada keselamatan rakyatnya," pungkasnya.[] Lukman Indra Bayu

Posting Komentar

0 Komentar