Ustaz Ismail Ungkap Barat Dalang Modernisasi Islam



TintaSiyasi.com-- Cendekiawan Muslim Ustaz Muhammad Ismail Yusanto mengungkapkan, barat adalah pihak yang menjadi dalang di balik upaya modernisasi Islam

"Jadi mereka tidak ingin menghilangkan Islam karena itu tidak mungkin, tetapi menciptakan Islam versi mereka. Ini yang disebut modernisasi Islam. Islam yang bisa ditaklukan oleh mereka," ungkapnya dalam diskusi Online Media Umat: 2020, Rapor Merah Jokowi?, Ahad (27/12/2020) di kanal Youtube Media Umat.

"Menarik apa yang dikemukakan Daniel Pipes orang di belakang RAND (Research ANd Development) Corporation, dia katakan bahwa tujuan jangka pendek dalam perang ini, war on radicalism, itu katanya menurut dia haruslah menghancurkan Islam militan. Islam militan itu dalam pikiran dia adalah Islam yang ingin Islam sebenarnya, Islam kaffah, truly Muslim. Namun, tujuan jangka panjang dari perang ini adalah modernisasi Islam," bebernya.

Menurut Ustaz Ismail sapaan akrabnya, ada tiga poin penting yang bisa diambil dari dokumen RAND corporation mengenai perang terhadap radikalisme, pertama, kesadaran barat akan upaya umat Islam untuk mengembalikan kemurnian Islam. Kedua, dunia Islam harus dibuat ramah terhadap barat. Ketiga, diperlukan pemetaan kekuatan dan pemilahan kelompok Islam untuk mengetahui siapa kawan dan siapa lawan bagi Barat.

"Pengangkatan Menteri Agama yang baru, saya kira menegaskan arah kebijakan pembangunan keberagaman di negeri ini. Itu inline dengan kebijakan barat mengenai dunia Islam, seperti yang tadi saya sampaikan tiga poin itu," katanya menyinggung pengangkatan Menag baru hasil reshuffle kabinet Jokowi pada akhir tahun.

Ia menyatakan, kesadaran akan persoalan dan solusi terkait kerusakan yang terjadi saat ini sudah dimiliki oleh umat. Hanya saja, menurutnya, para aktivis yang tergabung dalam upaya menghadirkan persoalan tersebut senantiasa dihambat oleh hegemoni penguasa yang saat ini berdiri.

"Jadi ibarat orang itu sudah tahu bahwa dia kehausan dia harus cari air, tapi ketika dia mau cari air dia dihalang-halangi. Jadi dia dapat dua kesusahan; kesusahan itu ketika dia haus dan kedua ketika dia dihalangi untuk mendapatkan air itu," analogi Ustaz Ismail.

Menurutnya, upaya untuk menghadirkan kepemimpinan dan aturan yang berdasarkan syariah Islam mungkin sangat mungkin terjadi.

"Sebagaimana Musa juga tidak tahu solusi apa yang ia dapatkan, ketika dia berada di tepian laut merah yang dia lihat adalah laut yang sangat dalam dan bala tentara Fir'aun yang semakin mendekat," ujarnya.

Ia mengatakan faktor pandemi yang hari ini terjadi juga salah satu fenomena yang memunculkan momentum terjadinya perubahan tersebut dan seiring kesiapan umat Islam.

"Ketika bicara umat Islam siap, sekarang ini titik-titik konsolidasi umat Islam sedang dipatahkan. Organisasinya dilemahkan bahkan dibubarkan, tokoh-tokohnya dikriminalisasi bahkan ada yang sudah ditahan, dipenjara," pungkasnya.[] Ihsan




Posting Komentar

0 Komentar