Umat Mesti Tahu Masalah Ini (Relasi HTI dan Rezim)


Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) hanya mendakwahkan ajaran Islam. Salah satu ajaran Islam yang didakwahkannya adalah ajaran Islam di bidang pemerintahan yakni khilafah serta berbagai solusi di berbagai bidang kehidupan dalam mengelola negara baik di bidang politik, ekonomi, pendidikan, pergaulan pria-wanita, peradilan, politik luar negeri dan lain sebagainya. 

Semua yang didakwahkan HTI merupakan solusi Islam yang lahir dari akidah Islam. 

Sebaliknya, negeri yang mayoritas berpenduduk Islam ini, diselenggarakan menggunakan sistem pemerintahan demokrasi yang lahir dari akidah sekuler, jebakan penjajah. 

Disadari atau tidak, bidang kehidupan dalam mengelola negara baik di bidang politik, ekonomi, pendidikan, pergaulan pria-wanita, peradilan, politik luar negeri dan lain sebagainya didasarkan pula pada akidah sekuler yang juga jebakan penjajah. 

Maka tak aneh bila sebagaian besar sumber daya negeri ini jadi sebesar-besarnya untuk kepentingan penjajah dan sangat merugikan dan menzalimi rakyat banyak. Akibatnya, timbul berbagai kerusakan di negeri ini di berbagai bidang seperti yang kita saksikan sekarang.

HTI hadir mengingatkan semua pihak baik pemerintah maupun rakyat, semua kerusakan itu timbul akibat tidak diterapkannya syariat Islam secara kaffah dalam naungan khilafah. 

HTI juga mengurai masalah-masalah tersebut kasus per kasus lalu memberikan solusinya dari sudut pandang Islam. 

Misalnya terkait barang tambang yang hasilnya melimpah. Menurut HTI, dalam pandangan Islam itu termasuk milkiyah ammah (kepemilikan umum) yang wajib dikelola oleh negara. 

Haram kepemilikan dan pengelolaannya diserahkan kepada swasta apalagi asing/penjajah. Hasil dari pengelolaan milkiyah ammah ini di antaranya digunakan untuk membangun fasilitas kesehatan, pendidikan dan keamanan. Sehingga rakyat dapat mengaksesnya dengan gratis.   

Rezim dan penjajah (Amerika, Cina dan lainnya) tidak suka dengan apa yang dilakukan HTI karena itu sangat mengancam kepentingan penjajahan mereka di negeri ini. Maka, melalui tangan rezim, badan hukum perkumpulan HTI dicabut. Aktivisnya dipersekusi dan dikriminalisasi hingga saat ini muncullah draf UU yang sangat menggelikan.  

Umat Islam mesti tahu masalah ini. Kemudian mengambil sikap yang jelas. Mau (1) bersama biang masalah yang merusak negeri ini dengan sistem kufur yang lahir dari akidah sekuler atau (2) bersama si pemberi solusi atas masalah yang menimpa negeri ini dengan sistem Islam khilafah yang lahir dari akidah Islam?  

Bila poin pertama yang dipilih sekilas memang terasa aman dan mungkin tidak akan dipersekusi apalagi dikriminalisasi. Tetapi sejatinya turut melanggengkan penjajahan dan kerusakan di negeri ini dan yang paling mengerikan di akhirat mendapat siksa neraka pula karena memilih berada di pihak kezaliman. 

Bila poin kedua yang dipilih sekilas memang sangat mengerikan karena bisa jadi turut dipersekusi dan dikriminalisasi. Tetapi kita berada di jalan kebaikan sebagaimana yang dituntunkan akidah dan syariat Islam dan insyaallah di akhirat kita masuk ke surga karena memilih berada di pihak yang benar.   

Keputusan ada di tangan Anda. Jangan sampai salah pilih dan menyesal tiada terperi di akhirat nanti.[]

Depok, 9 Jumadil Akhir 1442 H | 23 Januari 2021 M

Oleh: Joko Prasetyo, Jurnalis

Posting Komentar

0 Komentar