Tidak Utang Ribawi, Karebet Wijayakusuma: Jadi Pengusaha Pejuang Islam, Sesuatu Banget!


TintaSiyasi.com-- Merespon pengusaha yang taat syariah dan tidak mau terlibat utang ribawi, Konsultan Bisnis dan Ekonomi Syariah Muhammad Kerebet Wijayakusuma mengatakan, menjadi seorang pengusaha pejuang Islam adalah hal yang sesuatu banget.

"Perjuangannya panjang banget. Perjuangan bisnisnya berat apalagi yang lain. Makanya ketika mengangkat topik pengusaha pejuang, saya jadi merinding. Jadi, wah! Ini sesuatu banget," tuturnya dalam acara yang bertajuk Podcast Pengusaha: Menjadi Pengusaha Pejuang, Senin (04/01/2020) di YouTube Sultan Channel.

Ia menyampaikan, fenomena pengusaha Muslim hari ini terlihat sukses, namun ternyata bergelut dengan ribawi. Padahal, menurutnya, pengusaha Muslim harus taat syariat dan tidak terjebak utang ribawi.

“Pengusaha Muslim hari ini banyak yang tidak memiliki identitas. Harapannya, dengan penyatuan kata pengusaha dan Muslim diharapkan memiliki idenditas," tegasnya.

Menurutnya, kalau memiliki idenditas seorang Muslim, maka konsekuensinya adalah taat syariat dalam menjalani bisnisnya. "Dan ini juga merupakan bagian dari pengambilan keputusan. Banyak yang tidak mau, sebab sulit dan sebagainya," tambahnya.

Ia berpendapat, dirasa berat menjadi pengusaha pejuang hari ini karena mindset-nya masih kapitalisme dan sekulerisme. Karebet mengatakan bahwa  menjadi pengusaha yang kaya tanpa riba seperti dimustahilkan dam seolah-olah harus berutang.

Ia menambahkan, para pengusaha Muslim haruslah bermodalkan taat kepada syariat dalam setiap menjalankan bisnisnya.  "Harus membangun mindset bahwa rezeki sudah ada. Meskipun dalam jumlah yang tidak tentu. Karena berbeda dengan pekerja yang sudah menetap gajinya setiap bulan. Dengan kata lain, butuh perjuangan dari mulai mengambil keputusan, dan berani menerima resiko. Bahkan  juga harus siap gagal dan sukses," bebernya.

Karebet menegaskan, seorang pengusaha Muslim akan berharap kesuksesan yang berkah dari Allah SWT. Karena menurutnya, menjadi seorang pengusaha muslim bukan hanya mengejar keuntungan yang berkesinambungan, tetapi juga berkah dalam setiap keputusan.[] M. Siregar

Posting Komentar

0 Komentar