Tiada Solusi Palestina Tanpa Syariah Islam


Usai dilantiknya, Joe Biden menjadi presiden Amerika Serikat, bersama wakilnya Kamala Harris, banyak negeri-negeri muslim tanpa terkecuali Indonesia yang menaruh harapan besar padanya.

Melansir (republika.co.id, 21/1/2021). Menlu RI Retno Marsudi menyatakan Indonesia mengharapkan kontribusi positif Amerika terhadap penyelesaian isu Palestina-Israel yang berkeadilan sesuai dengan berbagai resolusi PBB maupun parameter internasional yang disepakati.

Selain Menlu RI, Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit juga berharap pemerintahan Joe Biden akan mengubah kebijakan Timur Tengahnya. Ia mengharapkan AS terlibat dalam proses politik yang bermanfaat untuk memberikan harapan baru bagi rakyat Palestina. Membantu pencapaian untuk kebebasan dan kemerdekaan Palestina. (republika.co.id, 25/1/2021).

Namun sayang seribu sayang, semua itu hanyalah harapan kosong. Janji-janji yang pernah ditebar pun nyatanya palsu, pasalnya “Keamanan Israel tetap menjadi fokus pemerintahan Joe Biden.” Begitulah yang disampaikan Jake Sullivan sebagai Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat setelah melakukan pertemuan dengan Penasihat Keamanan Nasional Israel, Meir Bhen Shabbat (Republika.co.id, 25/1/2021).

Memanglah berharap pada sistem sekuler hanya akan ada kecewakan, karena memang itulah tabiat sistem ini. Berkali-kali umat Islam dikhianati, diberikan harapan palsu akan kedamaian, kebahagian, kesejahteraan yang nyatanya dusta belaka. Jelas kemustahilan bagi AS untuk menjauh dari Israel karena peran Israel yang sangat besar bagi AS. Maka tak layak berharap perubahan pada AS atau lembaga internasional yang mereka kuasai. Pasalnya, sudah berkali-kali dunia Islam bersabar, mencoba berbaik sangka, tapi pahitnya kenyataan dan pengkhianatan yang senantiasa terpampang nyata. Palestina kian menderita.

Bahkan tak hanya mustahil, haram hukumnya bagi umat Islam berharap pada sistem yang jauh dari Islam yakni sistem kapitalisme sekuler. Terlebih berharap kepada kafir penjajah.

Sungguh telah nyata solusi bagi permasalahan Palestina dan dunia muslim yang tertindas lainnya. Sebagaimana yang Rasulullah Saw contohkan dan para sahabat mulia ikuti.

Yakni Syari’ah Kaffah, sebab “Tiada kemuliaan tanpa Islam. Tak sempurna Islam tanpa syari’ah. ” Sungguh Islam datang sebagai solusi semua permasalahan kehidupan. Sebagai orang yang beriman, tentu umat Islam harus meyakini hal tersebut. Termasuk solusi bagi permasalahan Palestina. Sungguh penerapan syari’ah secara kaffah adalah jawabannya.

Palestina membutuhkan bantuan, yang tepat agar berakhir kezaliman dan penjajahan atas mereka. Bukan sekedar bantuan makanan, pakaian dan lain sebagainya, namun lebih dari pada itu. Mereka butuh militer dan persatuan negeri-negeri muslim untuk membebaskan tanah mereka yang merupakan tanah warisan bagi seluruh kaum muslimin.

Hanya saja, dunia muslim kini bungkam, tak berdaya. Bahkan, negara muslim yang berbatasan langsung dengan Palestina tak kuasa membantu, justru tunduk dan patuh pada perintah AS. Padahal, AS terbukti menyuplai kebutuhan senjata Israel. Inilah bukti bahwa para pemimpin negeri muslim terbelenggu kepentingan. Inilah bukti bahwa umat disekat oleh nasionalisme yang menghilangkan ukhuwah Islam atas dasar batas negara. Sungguh kejam!

Oleh karena itu, urgent bagi umat Islam untuk menegakkan Islam kaffah dalam bingkai khilafah. Sebab hanya dengan adanya khilafahlah umat bisa bersatu dan memobilisasi kekuatan militer untuk membantu Palestina mengusir penjajah Israel. Itu pula yang dilakukan oleh Rasul Saw, dilanjutkan oleh para sahabat, tabi’in sampai tahun 1924 saat Barat memporakporandakan institusi Islam kaffah.

Maka jawaban atas permasalahan ini tak lain dan tak bukan hanyalah bahasa jihad fisabilillah. Bukan perundingan apalagi berharap kepada negara penjajah ini.

Dan jihad fisabilillah hanya akan ada ketika kaum muslimin dibawah komando seorang Khalifah. Maka sudah seharusnya kaum muslimin menyatukan pandangan berwala’ kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Wajib berjuang untuk menegakkan Khilafah ‘ala minhajinnubuwah. Sebab hanya dengan Khilafah inilah seluruh persoalan kaum muslimin bisa diselesaikan. Dan yang akan melawan dominasi AS dan Israel atas Palestina serta negeri-negeri kaum muslimin lainnya. Wallahu’alam bishshawab.[]

Oleh: Devita Deandra

Posting Komentar

0 Komentar