Tega Cekoki Miras, Ustazah Iffah: Naluri Terkikis Akibat Infiltrasi Kapitalisme



TintaSiyasi.com-- Menanggapi seorang paman yang tega cekoki keponakan bayi usia empat bulan dengan miras (minuman keras), Aktivis Muslimah Ustazah Iffah Ainur Rochmah menilai hal itu karena terkikisnya naluri akibat kuatnya infiltrasi kapitalisme.

"Terkikisnya naluri dan terjadinya kejadian buruk ini akibat makin kuatnya infiltrasi kapitalisme," tuturnya pada Tintasiyasi.com, Selasa (26/01/2021).

Menurut Ustazah Iffah sapaan akrabnya, saat mabuk dan pesta bareng tersebut orang bisa melakukan apa saja. Ia menduga, hal ini akibat beredar bebasnya miras sehingga pelaku mudah mendapatkannya, karena pelaku tidak paham syariat, mereka mencari kesenangan dengan perilaku maksiat.

"Prihatin dan miris melihat makin banyaknya orang tua yang kehilangan fitrahnya untuk melindungi dan mengarahkan kebaikan bagi anak-anaknya," sesalnya.

Menurutnya, dalam pandangan Islam negara punya kewajiban mendidik setiap masyarakat taat syariat, miras juga tak boleh diproduksi dan didistribusi, dan negara memberi sanksi tegas untuk menutup semua pintu pelanggaran.

"Terkait pengayoman terhadap anak, negara harus memberi sanksi bagi orang tua dan keluarga yg tidak mampu menjaga keamanan, keselamatan dan kesehatan anak. Apalagi bayi, sebelum masa tamyiz (pembedaan baik-buruk), adalah tanggung jawab mutlak  khususnya bagi ibu dan keluarga ibu," tandasnya.

Ia memaparkan, bila terbukti ada pengabaian keselamatan bayi, negara memberi sanksi hingga mengambil tindakan mengalihkan hak pengasuhan pada kerabat bahkan orang yang ditunjuk. Menurutnya, negara harus memberlakukan sanksi sesuai Islam agar menjerakan pelaku.

"Negara juga harus memberlakukan aturan Islam yang lain seperti sistem pendidikan dan ekonomi. Semua saling berkaitan. Semua bisa terwujud bila berlaku sistem politik berdasar Islam yakni khilafah," pungkasnya.[] Munamah

Posting Komentar

0 Komentar