Tatap Masa Depan Cerah di 2021


Tak terasa kita telah melewati tahun 2020 yang penuh duka akibat goncangan pandemi dan dampaknya yang hingga hari ini tak tampak ujung akhirnya. Dan kini 2021 sudah di depan mata. Semua pasti berharap bahwa tahun ini jauh baik dari tahun kemarin, kan?
Orang yang beruntung adalah orang yang hari esoknya lebih baik dari hari ini. Bangsa yang beruntung adalah bangsa yang kondisi kedepannya lebih baik dari kondisi saat ini . Berbicara tentang kondisi bangsa ini, rasanya sesak dada ini ketika hendak mendiskripsikannya. Dikarenakan cukup kompleksnya persoalan yang melanda bangsa ini.

Secara fitrah, kita sebagai manusia ketika menyaksikan di depan mata ada realitas yang buruk, tentu kita tidak mau menerima realitas itu begitu saja. Kita tentu ingin mengubahnya. Jika realitas itu buruk, maka kita akan merubahnya menjadi baik. Dan Jika realitas tersebut baik, kita tentu ingin membuatnya lebih baik lagi.

Namun pertanyaannya, ketika kita mau merubah realitas yang buruk menjadi baik, kita juga harus berpikir  dengan apa kita merubah realitas yang buruk tersebut menjadi baik, sehingga perubahan yang di capai adalah perubahan yang hakiki, bukan perubahan yang semu.

Teruntuk mewujudkan perubahan hakiki bagi bangsa ini, kitapun juga harus berpikir secara mendalam dan  cemerlang, apa yang menyebabkan kian hari  kondisi  bangsa ini kian memburuk dan terperosok dalam kerusakan. Patutlah kiranya kita merenungi firman Allah SWT berikut: "Telah Nampak kerusakan di darat dan di laut di sebabkan karena perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian  akibat dari perbuatan  mereka. Agar mereka kembali ke jalan yang benar.” ( TQS. Ar ruum: 41).

Ditegaskan oleh as-Syaukani bahwa fasad yang dimaksud oleh ayat di atas adalah mencakup semua jenis kerusakan baik kerusakan alam, kerusakan ekonomi, pendidikan, politik, moral dan lain-lain,  tercakup dalam kata al fasad baik yang tampak nyata di darat maupun di lautan. Berbagai kerusakan tersebut tidak terjadi tiba-tiba. Di jelaskan oleh para mufassir yang di maksud karena ulah perbuatan manusia adalah karena dosa dan maksiyat yang di lakukan oleh manusia. 

Di dalam QS.Thaha: 124, Allah SWT juga berfirman yang artinya: “Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (TQS. Thaha: 124)

Dan ayat di atas menegaskan bahwa kehidupan yang sempit yang di alami manusia itu diakibatkan karena berpalingnya manusia dari syariat-syariat Allah SWT. 
Jadi, ketika kita merujuk kepada dua ayat di atas, bisa di pastikan pangkal dari kerusakan yang menimpa bangsa ini adalah dikarenakan bangsa ini tidak mengambil dan  menerapkan syariat Allah SWT sehingga terperosok pada kerusakan di seluruh aspek kehidupan. 

Dan bagaimana bangsa ini bisa berubah dengan perubahan yang benar dan hakiki, tentunya bangsa ini haruslah bersegera mengambil dan menerapkan Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan dan membuang sistem Demokrasi yang menjadikan manusia dan akalnya sebagai sumber hukum bukan aturan Allah SWT sebagai sumber hukumnya. 

Untuk itu, kita pun juga perlu mengambil metode Islam dalam menerapkan syariat Islam kaffah yaitu dengan institusi Khilafah, bukan istitusi lainnya . Karena syariat Islam tidak mungkin bisa diterapkan kecuali ada institusi yang mewadahinya yaitu Khilafah. 
Tentang Imamah atau Khilafah, menurut Imam al-Mawardi as-Syafi’i mengatakan imamah itu menduduki posisi Khilafah Nubuwwah yang menduduki posisi menjaga politik yang bersifat duniawi. Ibnu Khaldun  pun menjelaskan: “Ketika kami jelaskan hakikat jabatan ini, dan bahwa jabatan ini merupakan substansi (pengganti) dari pemilik syariat dalam menjaga agama dan mengurus dunia dengan agama, maka di sebut Khilafah dan Imamah. Orang yang menjalankannya di sebut Khilafah dan Imam.”

Jadi, untuk mewujudkan perubahan hakiki bagi bangsa ini di tahun 2021, umat Islam haruslah memfokuskan pada upaya bersama untuk membuang sistem demokrasi hingga ke akar-akarnya dan menggantinya dengan penerapan syariat Islam secara kaffah dalam institusi Khilafah agar masa depan cerah bisa kita tatap di tahun 2021.[]

Oleh: Irma Setyawati, S.Pd
(Pemerhati Masalah Sosial)

Posting Komentar

0 Komentar