Tak Cukup Kebiri, Perlu Islam sebagai Solusi

Maraknya  kekerasan seksual terhadap anak, menjadikan masyarakat cemas. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan agar mampu menekan angka kekerasan seksual tersebut. Salah satunya dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Hukuman Kebiri untuk Predator Seksual anak. PP yang tertuang dalam Nomor 70 Tahun 2020 tersebut  sudah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo dan ditetapkan pada per 7 Desember 2020 (Viva.co.id, 03/01/2020).

PP tersebut memuat tata cara pelaksanaan tindakan kebiri kimia, pemasangan alat pendeteksi elektronik, rehabilitasi dan pengumuman identitas pelaku kekerasan seksual terhadap anak. Arti kebiri sendiri adalah tindakan bedah atau menggunakan bahan kimia yang bertujuan untuk menghilangkan fungsi testis pada jantan atau fungsi ovarium pada betina. Pengebirian tersebut dapat dilakukan baik pada hewan ataupun manusia.

Hukuman kebiri sudah banyak digunakan diberbagai negara, diantaranya adalah Denmark. Hukuman kebiri pun juga dianggap sebagai sanksi tertinggi terhadap pelaku kekerasan seksual terhadap anak sehingga diharapkan mampu menekan angka kekerasan seksual terhadap anak.

Pematian hasrat seksual yang dilakukan dengan kebiri, menunjukkan bahwa kenapa ada kekerasan seksual terhadap anak disebabkan oleh hasrat seksual yang berlebihan oleh pelaku. Sehingga kebiri adalah jalan terbaik untuk mencegahnya. Namun hal tersebut bukanlah faktor utama, namun ada beberapa faktor pendukung lainnya, yang menjadi sebab maraknya kekerasan seksual terhadap anak.

Faktor pendukung lainnya tersebut ialah maraknya gaya hidup bebas, pemikiran yang liberal, sanksi yang ringan serta minimnya iman oleh pelaku. Hal ini memang benar adanya, melihat kondisi masyarakat yang bebas hingga kebablasan dengan pemikiran liberalnya hari ini menjadikan iman lemah bahkan tidak ada lagi.

Hal tersebut dikarenakan sistem sekuler kapitalisme, yang saat ini menjadi asas kehidupan di dunia. Pandangan sekuler yaitu pemisahan agama dengan kehidupan, menjadikan manusia bebas berbuat segala sesuatunya agar mampu mencapai yang diinginkannya. Tidak lagi memandang apakah ini halal atau haram.

Maka hukuman kebiri saja tidak cukup untuk menuntaskan angka kekerasan seksual terhadap anak. namun perlu penanganan yang komprehensif atau menyeluruh agar mampu menangani masalah tersebut hingga keakar-akarnya. Diantaranya adalah meninggalkan asas sekuler yang berlaku hari ini dan menerapkan aturan Allah dalam kehidupan.

Islam sebagai agama yang diridhoi oleh Allah adalah solusi bagi permasalahan hari ini, diantaranya untuk menghentikan kekerasan seksual terhadap anak. Dengan penerapan Islam secara menyeluruh dalam kehidupan oleh negara dalam institusi Khilafahnya, maka akan mampu membentuk suasana takwa dalam masyarakatnya. Sehingga semua rakyatnya menutup aurat secara syar’i dan juga menundukkan pandangannya terhadap segala sesuatu yang tidak boleh dilihatnya. Dengan cara inilah, hasrat seksual akan mampu ditundukkan. Lalu ada pernikahan yang menjadi sarana untuk menghalalkan hubungan laki-laki dan perempuan.

Inilah Islam dengan segala aturannya. Sehingga hukuman kebiri saja tak cukup untuk menuntaskan kekerasan seksual terhadap anak. tapi juga perlu kesadaran bahwa penerapan Islam adalah solusi terbaik untuk menuntaskannya. Untuk itu para perempuan dan orangtua, yang punya kepedulian dan harapan besar agar kekerasan seksual ini bisa diatasi, sekiranya dapat memiliki kesadaran tentang perlunya penerapan Islam dalam menuntaskan kekerasan seksual terhadap anak dan menularkannya kepada yang lainnya, agar kesadaran tersebut semakin kuat hingga mampu memunculkan kebangkitan masyarakat dengan penerapan Islam dalam seluruh bidang kehidupan. Wallahu a’alam.[]

Oleh: Sarinah A, Pegiat Pena Banua

Posting Komentar

0 Komentar