Tak Boleh Gugat Jika Ada Efek Samping Vaksin, Pengamat: Pemerintah Tak Serius Urus Rakyat



TintaSiyasi.com-- Merespon perusahaan farmasi di Amerika yang meminta Indonesia untuk tidak menuntut jika vaksin Pfizer memiliki efek samping, Pengamat Kebijakan Publik Dr. Erwin Permana menilai bahwa ini menunjukkan pemerintah ini tidak serius mengurus masyarakat.

"Ini menjelaskan kepada kita bahwa betapa pemerintah ini tidak serius mengurus masyarakat," tuturnya kepada Tintasiyasi.com, Ahad (25/01/2021).

Ia menilaii seharusnya pemerintah mengehentikan impor vaksin tersebut dan berusaha membuat vaksin sendiri. "Sudah jelas ada klausul seperti itu mbok ya kenapa dilanjutkan? Kenapa tidak dihentikan saja? Kita kan mampu melakukan riset. Melakukan penelitian sehingga kita secara mandiri itu bisa menghasilkan vaksin. Menghasilkan vaksin sendiri sesuai dengan kondisi virus yang ada di Indonesia dengan sampel yang ada di indonesia hasilnya akan lebih baik," bebernya.

Menurutnya, hal tersebut bisa dilakukan dengan sedikit berpikir untuk membuat konsep dan pengalokasian dana. "Memang ada usaha sedikit untuk berpikir bikin konsep dan bikin strategi penanggulangan pandemik dan dialokasikan dana untuk itu. Maka sangat bisa sebetulnya," ujarnya.

Di samping itu, hal ini menegaskan betapa kapitalisme itu sangat jahat. "Ketika nanti masyarakat dilakukan vaksinasi secara massal kemudian diantara mereka ada efek samping misalnya justru malah semakin parah infeksi di tengah-tengah masyarakat dan enggak boleh nuntut," jelasnya.

"Jadi, ini menambah kezaliman atas penderitaan yang sudah terjadi di tengah-tengah masyarakat," pungkasnya.[] Achmad Mu'it

Posting Komentar

0 Komentar