Sistem Pendidikan Islam Menyelamatkan Generasi Z


Generasi Z atau generasi yang lahir antara tahun 1995-2010 dinilai sebagai salah satu kelompok generasi yang mendapat pukulan paling telak akibat pandemi Covid-19. Ditengah tingginya angka PHK hingga mandeknya roda ekonomi dalam keluarga, mereka dituntut untuk tetap belajar bagaimana menjalani kehidupan ini. Sehingga generasi Z sering di sebut dengan sebutan generasi Corona, karena sangat menggambarkan kondisi mereka saat ini. Akibat pandemi Covid-19, pembelajaran maupun pelatihan keahlian generasi didik generasi Z mengalami perubahan yang sangat signifikan. 

Walau sebenarnya sebelum pandemi pun masalah pendidikan di negeri ini sudah mengalami banyak masalah dan  penyesuaian, seperti terlihat dengan sering  terjadinya perubahan kurikulum pendidikan. Bagaimana tidak, untuk masalah pendidikan saja, sudah berapa kali pergantian kurikulum dirasakan oleh beberapa angkatan dari generasi Z di negeri ini.

Disaat yang sama, problem psiologis anak juga terancam akibat perubahan sistim pendidikan yang berubah di saat terjadi pandemi, yakni  dari pembelajaran tatap muka menjadi sistem pendidikan jarak jauh(PJJ).

Di lansir dari Suara.com (14/10/20), pandemi Covid-19 memaksa anak usia belajar harus melakukan pembelajaran jarak jauh atau sekolah daring dari rumah. Pada dasarnya, tak semua anak cocok dan kerasan dengan model pembelajaran seperti itu. Beberapa anak merasa belajar daring cenderung membuat mereka tidak nyaman dan kurang menyenangkan.

Hal tersebut diperkuat lewat survei yang dilakukan oleh Ikatan Psikolog Klinis (IPK) selama pandemi Covid-19 berlangsung di Indonesia. "Masalah psikologis tertinggi yang ditemukan berdasarkan keluhan dan hasil diagnosis oleh psikologi klinis yakni hambatan belajar, khususnya untuk anak dan remaja sebesar 27,2 persen," ujar Ketua Umum Ikatan Psikolog Klinis indonesia, Dr Indria L. Gamayanti M.Si dalam pernyataannya secara virtual, Rabu (14/10/2020). Masalah psikologis ini tentu akan dapat berlanjut dan berbahaya, lalu membuat gangguan lebih serius jika tidak segera mendapatkan penanganan lebih baik dari pemerintah dan seluruh elemen masyarakat," pungkasnya. (Suara.com 14/10/20). 

Sistem pembelajaran jarak jauh membuat peserta didik hanya sibuk menyelesaikan tugas tugas yang sangat banyak, sehingga anak  rawan stres, kasus siswa masuk RS jiwa, kecanduan gadget dan lain sebagainya. 
Sebab memang sejak awal pembinaan generasi ini sudah salah asuh, karena mereka dididik dengan asas pendidikan berbasis sekuler dimana agama di pisahkan dengan kehidupan dan ilmu pengetahuan. Ditambah dengan  kurikulum yang berubah-ubah sehingga tak akan mampu membawa perubahan yang fundamental terhadap generasi Z.

Disinilah diperlukan peran negara dalam mengerahkan segenap sumber daya untuk menciptakan sistem, membuat aplikasi hingga mengatasi kendala teknis agar hak pendidikan setiap generasi terpenuhi, sekalipun dimusim pandemi hak anak didik akan tetap bisa terpenuhi.

Negara menyediakan perpustakaan, laboratorium, dan sarana ilmu pengetahuan lainnya, disamping gedung-gedung sekolah, universitas untuk memberi kesempatan bagi mereka yang ingin melanjutkan penelitian dalam berbagai cabang pengetahuan, seperti fiqh, Ushul fiqh, hadist dan tafsir, termasuk dibidang ilmu murni, kedokteran, teknik, kimia, penemuan-penemuan baru (discovery and invention) sehingga lahir di tengah-tengah umat sekelompok besar mujtahidin dan para penemu. 

Demikianlah sistem pendidikan dalam Islam, seperti yang tertulis dalam kitab Nizham Al-Islam oleh Syaikh Taqiyudin An-Nabhani, dalam bab Politik Pendidikan bahwa kurikulum pendidikan wajib berlandaskan akidah Islam. Mata pelajaran serta metodologi penyampaian pelajaran seluruhnya disusun tanpa adanya penyimpangan sedikitpun dalam pendidikan dari asas tersebut.

Sedangkan tujuan pendidikan adalah membentuk kepribadian Islam serta membekalinya dengan berbagai ilmu dan pengetahuan yang berhubungan dengan kehidupan. Metode penyampaian pelajaran dirancang untuk menunjang tercapainya tujuan tersebut. Setiap metodologi yang tidak berorientasi pada tujuan tersebut dilarang.

Saat ini sangat jarang kita temukan sosok mulia yakni generasi khoiru ummah di sistem sekuler kapitalistik saat ini. Namun bila kita mempelajari lembar sejarah Islam, sosok inspiratif akan banyak kita temukan, Ada Ilmuwan ilmuwan yang faqih fiddin dan banyak juga sosok ulama sekelas Imam Syafi'i dan lainnya.

Hal ini menandakan bahwa sistem Islam telah berhasil membentuk karakter unggul di masa keemasannya yaitu di masa khilafah islamiyah. Jika ingin mengembalikan masa kejayaan Islam, maka kita harus meniru bagaimana generasi terdahulu meraihnya, dimana selama 13 abad Islam mampu menjaga generasi yang terbukti efektif dan mampu memimpin peradapan dunia.

Demikianlah, betapa penjaminan mutu pendidikan memang menjadi perkara penting dalam menentukan masa depan suatu generasi, agar proses pendidikan berjalan sebagaimana yang diharapkan. Inilah yang  kita butuhkan saat ini yakni sistem pendidikan Islam untuk menggantikan sistem pendidikan sekuler kapitalis yang telah di nilai gagal, karena dengan sistem islam kita bisa mencetak generas Z yang cemerlang dan berkualitas unggul, untuk memimpin peradapan dunia. Dan inilah yang sejatinya dibutuhkan umat saat ini. Wallahu'alam bishowab.[]

Oleh: Isty Ummu Aiman

Posting Komentar

0 Komentar