Jalin Hubungan Baik, Pengamat: AS Paham Peran Strategis Arab Saudi Jamin Kepentingannya di Timur Tengah



TintaSiyasi.com-- Menanggapi Arab Saudi selama ini jalin Hubungan baik dengan Amerika Serikat, Pengamat Politik Internasional Ustaz Farid Wadjdi mengatakan, hal itu karena Amerika Serikat memahami dengan baik, Arab Saudi miliki peran strategis dalam menjamin kepentingannya di Timur Tengah.

"Kenapa hubungan historis Arab Saudi dengan Amerika terjalin dengan baik selama ini, karena Amerika memahami peran strategis Arab Saudi untuk merealisasikan dan menjamin tiga kepentingan pokok Amerika di Timur Tengah," tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Ahad (24/1/2021).

Di antara tiga kepentingan pokok Amerika di Timur Tengah itu menurutnya antara lain, pertama, adalah kendali terhadap sumber-sumber minyak dan gas, yang sebagian besar ada di saudi. Menurutnya mengendalikan sumber minyak dan gas di Arab Saudi berarti memgendalikan mayoritas sumber mimyak dan gas di Timur Tengah. 

"Karena itu Amerika tidak akan pernah memutuskan hubungan dengan Saudi. Dengan faktor apa pun, karena Saudi adalah penguasa migas yang besar maka saudi sangat penting bagi Amerika," ungkapnya.

Kedua, mencegah kebangkitan kekuatan Islam politik yang bisa mengancam kepentingam Amerika dan sekutu regionalnya di Timur Tengah. Ia mengungkapkan, Arab Saudi berperan penting dalam hal ini karena miliki pengaruh dalam mengontrol pemikiran-pemikiran Islam terutama Islam Politik

"Dan saudi memiliki peran penting dalam hal ini untuk membendung ide-ide khilafah dengan klaim-kalim otoritas Saudi sebagai negara yang di gambarkan mewakili refresentasi dari sebuah negara yang didasarkan pada Islam, meskipun itu sepenuhnya tidal benar," ungkapnya.

Ketiga, Amerika punya kepentingan kontrol terhadap Arab Saudi dalam menjaga eksistensi penjajah yahudi. Menurutnya, meskipun Arab Saudi sampai sekarang ini belum secara terbuka mengumumkan normalisasi terhadap penjajah Yahudi karena berbagai pertimbangan. Namun, ia menegaskan, Arab Saudi memiliki peran penting dalam normalisasi beberapa negara-negara Timur Tengah belakangan ini seperti Bahrain,Uni Emirat Arab, dan Sudan dengan penjajah Yahudi (Israel). 

"Karena itu pastilah Joe Biden tidak sampai pada merusak hubungan yang baik selama ini dengan Saudi Arabia. Apalagi Amerika juga harus berhadapan dengan Inggris yang juga punya kepentingan dan pengaruh di Saudi Arabia meskipun sangat melemah," terangnya.

Adapun kepentingan Arab Saudi (rezim yang berkuasa), menurutnya, sebatas untuk menjaga kekuasaannya. Ia mengatakan, Arab Saudi dalam hal ini rezim yang berkuasa tidak punya kepentingan sebenarnya untuk mengurus rakyatnya atau apalagi mengurus Palestina. "Dan selama ini rezim Saudi meyakini bahwa kekuasaan mereka itu selama ditopang Amerika, kekuasaan mereka itu akan tetap kuat," pungkasnya.[] Rasman

Posting Komentar

0 Komentar