Riba: Pilar Penegak Sistem Kapitalisme



Berbicara mengenai Riba, tentu tak lepas dari lembaga perbankan yg menjadi elemen terpenting dalam ekonomi kapitalisme. Dalam Ekonomi Kapitalisme dikenal adanya konsep ekonomi non riil. Dimana Ekonomi non riil ini melibatkan perbankan dan pasar modal. 

Perbankan mempunyai fungsi salah satunya menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan dana tersebut kepada masyarakat kembali dalam wujud pinjaman modal disertai bunga (interest rate ). Sudah barang tentu para pelaku usaha menjadikan bank sebagai sumber perolehan modal usaha. Bunga bank (riba) menjadi pilar penegak Ekonomi Kapitalisme sebab Ekonomi Kapitalisme memandang dengan bertambahnya permintaan kredit usaha maka akan dapat menggerakkan roda perekonomian negara. Maka, negara akan gencar melakukan promosi besar besaran dengan tawaran suku bunga tertentu agar meningkatkan permintaan kredit usaha.

Apa yang menjadi pemikiran kapitalisme ternyata menuai kegagalan luar biasa, ternyata dengan adanya bunga bank (interest rate) justru telah menjerumuskan negara dan masyarakat kedalam jurang kehancuran. Bahaya ekonomi berbasis pada riba di antaranya.

Pertama. Membuat masyarakat dan negara terjebak dalam jebakan utang (debt trap), sebab bunga yang berlipat lipat menyebabkan masyarakat dan negara kesulitan membayar. Akhirnya hanya bisa terus menerus membayar bunganya saja tanpa bisa membayar pokoknya. 

Kita tahu sendiri bahwa negara kita pun telah masuk dalam jebakan utang luar negeri yang menguras APBN kita. Pada RAPBN tahun 2021 pemerintah menganggarkan Rp 373,3 triliun untuk pembayaran bunga utang. (cnbcindonesia.com). Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi utang luar negeri Indonesia pada akhir triwulan III-2020 mencapai USD 408,5 miliar atau sekitar Rp5.768 triliun.(Merdeka.com/16/11/2020)

Kedua. Membuat krisis negara. Krisis Ekonomi dalam suatu negara bisa terjadi akibat ulah spekulan yang mempermainkan uang. Para spekulan akan dengan mudah mengambil dan menarik uang disuatu negara dengan melihat tingkat suku bunga. Jika tingkat suku bunga tinggi mereka akan banyak berinvestasi tapi jika rendah mereka menarik investasinya. Hal ini akan menyebabkan perekonomian tidak stabil.

Ketiga. Terjadi kesenjangan ekonomi dalam masyarakat. Mereka yang mempunyai modal akan semakin kaya dengan bertambahnya bunga dan mereka yang mengambil kredit usaha akan semakin terbebani dengan adanya bunga. 

Demikianlah, fakta kerusakan ekonomi kapitalisme yang berpijak pada riba. Betul apa yang Allah firmankan : 

وَمَآ ءَاتَيۡتُم مِّن رِّبٗا لِّيَرۡبُوَاْ فِيٓ أَمۡوَٰلِ ٱلنَّاسِ فَلَا يَرۡبُواْ عِندَ ٱللَّهِۖ

"Apa yang kamu berikan (berupa pinjaman) dalam bentuk riba agar harta manusia bertambah, maka hal itu tidak bertambah di sisi Allah” (QS.ar-Rum : 39).

Islam Melarang Riba 

Riba dalam islam di larang keras oleh Allah. Dalam Al Qur'an Surat Al Baqarah ayat 275 :

 وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا 

 " Allâh menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba"

Allah juga berfirman : 
 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَاإِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَفَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَإِن تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَوَإِن 

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, tinggalkanlah apa yang tersisa dari riba, jika kalian adalah orang-orang yang beriman. Maka jika kalian tidak meninggalkan, maka umumkanlah perang kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka jika kalian bertaubat, maka bagi kalian adalah pokok harta kalian. Tidak berbuat dhalim lagi terdhalimi." (QS Al-Baqarah: 278-279).

Dalam islam tidak dikenal adanya Ekonomi Non Riil yang melibatkan perbankan dan pasar modal. Ekonomi hanya pada sektor Riil saja. Dengan seperti itu perekonomian Negara akan stabil tidak guncangan ekonomi akibat spekulasi. Masyarakat akan lebih banyak menginvestasikan pada sektor riil ( pertanian,peternakan , industri dll) yang dapat langsung dibutuhkan masyarakat luas dan dapat membuka lapangan pekerjaan. Dengan demikian roda perekonomian akan bergerak. Para pelaku usaha dapat tumbuh secara sempurna karena iklim usaha yang kondusif. 

Maka, satu - satunya jalan untuk mengakhiri persoalan riba ini adalah dengan mencabut Sistem Kapitalisme yang tengah bercokol sampai ke akar akarnya. Dan kembali mengambil Sistem Islam untuk kembali diterapkan. 
Allah SWT berfirman : 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh setan itu musuh yang nyata bagi kalian" (TQS al-Baqarah [2]: 208). Wallahu a'lam bishawab.[]

Oleh: Tri Endah Nugraheni
Pengisi Kajian MTR Soloraya

Posting Komentar

0 Komentar