Rapuhnya Uang Kertas


Beberapa waktu lalu viral tersebar video yang menunjukkan satu kantung kresek berisi uang kertas pecahan Rp. 100.00 dan Rp. 50.000 sudah robek-robek dimakan rayap. Jumlah uangnya tak main-main yaitu Rp. 15 juta. Nurhaya si empunya uang tersebut hanya bisa menangis meratapi uangnya yang tak bisa dipakai lagi. Uang itu disimpan di bawah kasur selama satu tahun untuk keperluan renovasi rumahnya.

Atas saran tetangganya, uang yang sudah sobek termakan rayap ditukarkan ke bank. Dari bank hanya mengganti sebesar Rp. 900.000 dari total Rp. 15 juta uang yang rusak itu. 

Melihat kasus di atas, ada beberapa hal yang bisa kita petik sebagai sebuah pelajaran. Pelajaran pertama adalah bahwa harta yang kita miliki tidaklah akan kekal abadi. Sebagai manusia kita harus siap kapanpun Allah mengambil harta kita. Harta hanyalah titipan yang kapan saja Allah bisa ambil jika berkehendak. Hal ini ditegaskam dalam surah Al-Taghaabun ayat 15, yang artinya, "Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu) ...."

Sebagai orang yang beriman, maka seyogyanya sudah siap dan ikhlas saat Allah mengambil yang menjadi milik-Nya. Bahkan nyawa pun bisa dengan sangat mudah Allah ambil kapanpun sesuai kehendak-Nya. 

Dari kasus ini kita juga bisa mengetahui dengan lebih jelas dan nyata bahwa uang kertas (fiat money) sangatlah rapuh. Dia hanyalah selembar kertas yang diberi cap oleh lembaga yang ditunjuk negara untuk mengesahkannya sebagai alat tukar. 

Pengertian fiat money atau uang fiat adalah mata uang keluaran-pemerintah yang tidak didukung oleh komoditas fisik, seperti emas atau perak. Namun tetap pemerintah yang menerbitkannya.

Nilai uang fiat berasal dari hubungan antara penawaran dan permintaan dan stabilitas pemerintah yang menerbitkannya. Bukan nilai komoditas yang mendukungnya seperti komoditas uang. (blog.peluang.com/16-12-2020)

Nilai nominal yang tercantum jauh beda dengan nilai intrinsiknya. Di Indonesia sendiri, biaya cetak satu lembar mata uang kertas berkisar Rp. 500, sedangkan nilai nominalnya beraneka macam mulai dari Rp. 1000 hingga Rp. 100.000.  

Fiat money mudah sekali menyebabkan kegoncangan ekonomi. Layaknya uang kertas dalam permainan monopoli, maka fiat money akan bisa diberlakukan jika ada kesepakatan dari negara dan rakyat serta ada kepercayaan terhadap mata uang kertas tersebut.

Ketika hilang nilai kepercayaan terhadap fiat money, maka nilai mata uang tersebut akan terjun bebas. Biasanya Pemerintah akan melakukan devaluasi. 

Devaluasi adalah kebijakan moneter yang diambil oleh pemerintah untuk melakukan penurunan nilai mata uang dalam negeri. Tujuan devaluasi adalah untuk membuat stabil nilai mata uang dalam negeri dan menjaga nilai ekspor-impor serta menjaga nilai devisa negara.

Fiat money hanyalah salah satu jenis dari jenis sistem mata uang kertas yang ada dan pernah digunakan di dunia. Ada dua sistem uang kertas lainnya selain fiat money. Uang kertas tersebut adalah uang kertas substitusi (convertible paper money) dan uang kertas yang dijamin (representative money atau bank note). 

Negara yang menganut sistem uang kertas secara substitusi, maka dalam masalah kurs pertukaran mata uangnya kondisinya sama persis dengan sistem mata uang logam. Uang kertas ini menggantikan kedudukan uang logam dan nilai substitusinya sama persis nilainya serta secara utuh sama hukumnya dengan uang logam. Kapan pun kita bisa menukarkan uang kertas substitusi ini sesuai nilai nominalnya pada lembaga yang ditunjuk negara. 

Pada negara yang menganut sistem uang kertas yang dijamin, maka emasnya hanya bisa menutupi sebagian nilainya, bukan seluruhnya. Kursnya relatif stabil dan mudah diketahui sebab tergantung pada jumlah cadangan emasnya yang sudah diketahui dan jelas. 

Namun sayangnya sistem mata uang berbasis emas dan perak telah dihapuskan sejak tahun 1971 ketika Richard Nixon mengumumkan berakhirnya perjanjian Bretton Woods (Bretton Woods Agrement). 

Padahal sistem mata uang berbasis emas dan perak tentu akan lebih memudahkan serta praktis dalam melakukan transaksi. Selain itu, keadaan perekonomian sebuah negara pun akan relatif stabil karena mata uangnya distandarkan pada emas dan perak.[]

Oleh: Ummu Enzi

Posting Komentar

0 Komentar