Radikalisme Menyasar Keluarga Muslim?


Radikalisme telah menjadi opini deras yang menyasar setiap muslim. Kini bukan hanya disematkan pada kaum laki laki muslim, tuduhanpun mengarah pada kaum perempuan dan anak muslim. 

Cap radikal sangat jelas dilabeli pada siapa saja yang meyakini bahwa Islam sebagai ideologi yang mengatur seluruh aspek kehidupan.

Semakin masif saja proyek deradikalisasi yang dihembuskan. Menganggap keluarga tempat tumbuhnya bibit radikal.

Sementara dalam kacamata bahasa yang terdapat di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Radikal artinya mengakar, merupakan hal yang lumrah ketika muslim bersikap radikal sebab segala perkara dalam kehidupan harus diselesaikan sampai ke akarnya. 

Jiwa jiwa muslimpun akidahnya mengakar tersebab aktifitas yang dilakukan selalu terikat dengan hukum syara.

Badan Penanggulangan Nasional Terorisme (BNPT) bertekad memberantas kelompok kelompok radikal sebagai sumber teroris. Menurutnya bisa ada dalam keluarga sebagai bibit radikal.

Dalam catatan survey BNPT kerjasama dengan Alvara Strategi Indonesia The Nusa Institute, juga bersama Litbang Kemenag Nasaruddin Umar, bahwa prosentase 12,3% potensi radikalisme perempuan lebih tinggi dari laki laki yang hanya 12,1%.

Dilansir CNN Indonesia (15/5/2018). Terjadi ledakan bom di Surabaya, didalangi oknum-oknum berpaham radikal, yang modusnya memanfaatkan anak anak dan isteri.

Ketika radikal ditambahkan kata "isme" menjadi radikalisme artinya suatu paham atau sikap menginginkan perubahan sosial dan politik dengan cara kekerasan (8/11/2019).

Isu radikalisme dibuat oleh orang orang dan musuh Islam yang tidak akan pernah rela Islam Kaffah dikenalkan dan diterapkan dalam lingkungan keluarga, masyarakat hingga bernegara.

Islam agama damai dan membawa Rahmat bagi seluruh alam. Paham radikalisme dianggap ada peran orang tua, teman, guru dan pengaruh globalisasi yang menginformasikannya. Juga doktrin seperti yang ditulis di laman Media Indonesia.

Islam melarang kekerasan apalagi melibatkan perempuan dan anak-anak. Satu nyawa sangat berharga dalam Islam. Neraka jahanam tempatnya, ketika membunuh muslim tanpa hak.

Agenda radikalisme dan terorisme yang dilancarkan kafir barat ke negeri negeri kaum muslim telah dirancang jauh hari.

Kebangkitan Islam ideologi suatu momok yang menakutkan bagi kafir barat, hingga berbagai strategi dibuat. Islam moderat salah satu hasil bentukannya.

Kafir barat tidak akan rela Islam ideologi sebagai pengatur urusan kehidupan. Yang menentang pemikirannya dianggap radikal dan yang mendukung strategi barat disebut Islam moderat.

Indonesia tak luput dari agenda barat ini, bahkan menyasar kaum perempuan dan anak anak dalam proyek deradikalisasi . Agar umat jauh dari Islam politik.

Maka sikap umat Islam harus tetap kokoh dan tidak mudah goyah dengan serangan barat yang menghalangi Islam tegak juga mengkriminalisasi pengembannya.

Bagi muslim keyakinan terhadap janji Allah atas kemenangan yang akan diraih, biidznillah harus tetap dipegang teguh.

Mendakwahkan pentingnya Istiqomah memegang dan menerapkan Islam kaffah dalam kehidupan menuju perubahan mulia, janji Allah itu benar dan pasti. Wallahu A'lam Bishowab.[]

Oleh: Nur Arofah

Posting Komentar

0 Komentar