Predator Seksual Anak Buah dari Penerapan Sistem Sekuler


Pelaku kekerasan seksual pada anak atau predator seksual anak kini akan menghadapi ancaman hukuman yang lebih di Indonesia. Presiden Joko Widodo telah meneken Peraturan Pemerintah (PP) yang memungkinkan penerapan hukuman tambahan selain pidana penjara seperti kebiri kimia hingga pelacakan keberadaan pelaku itu selepas dari penjara.

Aturan itu tertuang dalam PP Nomor 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak. (news.detik.com, 03/1/2021)

Seorang pria berusia 20 tahun yang menjadi pelaku pemerkosaan sembilan anak perempuan di Mojokerto menjadi yang pertama dijatuhi hukuman kebiri kimia di Indonesia. Namun, hukuman itu terancam tidak bisa dijalankan karena terbentur sejumlah aturan dan kode etik kedokteran.

Hukuman kebiri dilakukan dengan memanfaatkan pengobatan baik melalui suntikan maupun tablet. Tujuannya untuk mengurangi bahkan memutus hasrat seksual dan menjadikan seseorang untuk tidak bias melakukan tindakan seksual. Banyaknya kasus kejahatan seksual terhadap anak membuat banyak pemerintah di dunia memberlakukan hukuman kebiri, sebagai ganjaran yang lebih berat bagi pelakunya. Banyak negara menggunakan hukuman ini dalam berbagai kasus kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur yang dianggap serius. (cnnindonesia.com, 29/08/2019)

Kejahatan seksual anak atau predator seksual anak merupakan salah satu bentuk kejahatan yang sangat meresakan masyarakat. Apalagi yang dijadikan sasaran mereka adalah para anak anak yang masih memiliki masa depan yang panjang. Dan hal itu sangat mungkin membawa dampak terhadap kehidupan korban disebabkan adanya trauma yang mendalam akibat dari kejahatan seksual yang menimpanya.

Harapan adanya hukum yang adil dan mampu memberantas predator seksual sangatlah diharapkan. Hukuman terberat pun diharapkan efektif menghentikan predator seksual. Alhasil sanksi berupa hukuman kebiri pun dianggap mampu dan merupakan solusi yang paling tinggi dalam menghentikan kejahatan tersebut.

Kasus predator seksual anak yang sangat meresahkan ini sesungguhnya adalah buah dari sistem sekuler yang saat ini diterapkan. Sistem kapitalis sekuler liberal yang di terapkan memiliki faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya predator seksual seperti gaya hidup sekuler, pemikiran liberal disertai dengan lemahnya iman dan ditambah lagi dengan ekonomi berbasis kapitalis adalah buah diberlakukannya sistem yang berdasar pada akal manusia ini.

Gaya hidup sekuler sesungguhnya merupakan hal yang bahaya. Dia secara tidak langsung menjadikan manusia tidak lagi mencerminkan Islam di dalam setiap tingkah laku dan perbuatannya. Membuat seseorang tak segan dalam berbuat zina/maksiat meskipun hal itu sangat dilarang di dalam Islam. Bahkan seakan tak merasa takut akan adzab dengan menjadikan anak anak menjadi pelampiasan hasrat mereka. 

Di sisi lain pemikiran liberal yang merupakan ide kapitalis pun semakin menambah tumbuh suburnya predator seksual anak. Ide kebebasan yang seakan didewakan menjadikan akses tentang berbagai ajaran sesat melalui media sosial sangat mudah diakses karena minimnya proteksi. Sehingga memunculkan naluri seksual yang liar, hingga anak-anak yang masih lugu dijadikan korbannya.

Ditambah lagi lemahnya iman diakibatkan sistem yang berdasar aturan manusia ini. Menjadikan manusia semakin jauh dari hidayah sang pencipta sehingga rentan dikendalikan hawa nafsu mereka, dan alhasil anak-anak yang seharusnya berhak mendapat kasih sayang malah dijadikan sasaran eksploitasi seksual. Kemudian hal itu semakin didukung dengan himpitan ekonomi akibat diterapkannya sistem ekonomi kapitalis. 

Sistem ekonomi kapitalis yang hanya menguntungkan para elit politik ini pun membuat kehidupan semakin berat. Kebutuhan hidup menjadi hal yang sangat sulit terpenuhi, menciptakan permasalahan yang membuat stres sehingga sangat berpotensi mendorong tindakan tercela demi pelampiasan hasrat saja.

Oleh sebab itu untuk memberantas predator seksual anak membutuhkan sebuah langkah-langkah yang komprenhesif. Sehingga dapat memangkas habis faktor-faktor dominan yang menyebabkan seseorang dari perbuatan yang membahayakan generasi tersebut.

Sesungguhnya kepedulian kaum perempuan dan ibu sangatlah diperlukan dalam menghentikan kasus predator anak. Peran ibu sangat diperlukan dalam kesadarannya menjaga anak anak mereka dalam sistem yang rusak ini. Dan seharusnya perempuan dan para ibu sadar bahwa semua ini adalah akibat tidak diterapkannya sistem Islam di tengah kehidupan. 

Islam adalah satu satunya yang mampu memberikan solusi yang solutif dalam menangani kasus predator anak. Sistem Islam yaitu khilafah akan menjadikan individu, masyarakat dan negara memiliki tingkat keimanan yang tinggi. Hal itu diupayakan dengan cara memahamkan umat lewat kurikulum yang mencerdaskan. Sehinggal itu menjadi pondasi yang kuat dan mampu menghasilkan individu yang memiliki kepribadian dan pola pikir serta pola sikap yang sesuai dengan hukum syara’. 

Khilafah yang menjadikan kedaulatan di tangan syara’ akan menjadikan manusia merasa tenang karena menjadikan Sang Kuasa yaitu Allah swt sebagai pengatur di dalam kehidupan. Sistem ekonomi nya pun senantiasa membawa kasejahteraan karena diatur oleh sistem yang lahir dari aturan Sang Pencipta. Dengan kata lain hanya lah sistem Islam yang mampu menjaga kehormatan dan mampu menghindarkan seseorang dari predator seksual anak. Allahu a’lam Bisshowab.[]

Oleh: Murni Ummu Nafeeza

Posting Komentar

0 Komentar