Potensi Wakaf: Siapa yang Tergiur Hingga Lidah Menjulur Penuh Liur?


Semoga sebagian umat yang memegang syariat Islam, termasuk ekonomi syariah tidak distempeli: radikal radikul, ekstram ekstrim.

Jika mau dananya, harus lindungi umatnya dan para alim ulamanya. Bukan persekusi, intimidasi, kriminalisasi, represi, extrajudicial killing atas dasar stempel radikalisme, ekstremisme yang belum jelas jenis kelaminnya sebagai delik hukum baru. 

Jika yang terjadi dalam pemerintahan justru pobhia terhadap Islam dengan segala ajaran, atribut dan simbolnya, maka dana yang dikumpulkan pun tidak akan barokah untuk pengentasan kemiskinan karena mercusuar yang dibangun akan dilahap bencana yang bertubi-tubi. Infrastruktur dapat rusak, hilang diterpa badai, longsor, banjir, gempa bumi, dan gunung meletus. Kita tentu tidak ingin keadaan seperti itu terjadi.

Jika yang dikembangkan di negeri ini adalah Islamopobhia, lalu siapakah umat Islam yang tergiur untuk mewakafkan hartanya? Lalu siapa yang tergiur hingga lidah menjulur penuh liur atas potensi harta dan dana wakaf? Jika tergiur, dengan sarana apa bisa memaksa umat untuk wakaf, sedang zakat pun bukan kewajiban di negeri ini karena memang tidak dikelola dengan hukum Islam. 

Jika mengandalkan kesadaran, maka hilangkan Islamophobia karena Islam bukan radikalis, bukan ekstremis dan apalagi teroris. Tabik.! []

Oleh: Prof. Dr. Suteki, S.H.,M.Hum
(Pakar Filsafat Pancasila dan Hukum-Masyarakat)

Posting Komentar

0 Komentar