Polemik Vaksin


Hampir setahun negeri ini dilanda oleh pandemi yang tak kunjung membaik namun justru mengalami kenaikan kasus di awal tahun 2021. Adanya penemuan vaksin untuk mencegah pandemi Covid-19 merupakan angin segar bagi masyarakat saat ini. Seperti yang kita tahu bahwa vaksin merupakan suatu hal penting yang dinantikan banyak orang untuk menangani permasalahan pandemi sekarang, terutama Covid-19 merupakan wabah baru yang berbeda dari wabah sebelumnya. Oleh karena itu vaksin yang ada saat ini menjadi perhatian bagi masyarakat. 

Meskipun Indonesia dan beberapa negara lainnya telah membeli vaksin namun tak semua masyarakat menerima begitu saja vaksin tersebut. Muncul pro dan kontra terhadap vaksin yang akan didistribusikan di negeri ini. Baik dari segi kehalalan, keamanan, efektifitas dan lain sebagainya. 

Keraguan masyarakat tentu memiliki dasar yang jelas. Sudah menjadi rahasia umum bahwa penanganan pandemi di negeri ini sangat lemah, dibuktikan dengan banyaknya korban yang berguguran bertahan melawan ganasnya Covid-19. Vaksin yang dibeli juga menimbulkan keraguan apakah benar-benar efektif dan aman bagi masyarakat karena tidak terbukanya informasi secara detail mengenai vaksin tersebut. Belum lagi tidak semua masyarakat akan mendapatkan vaksin secara gratis. Inilah beberapa penyebab keraguan atau timbulnya kontra terhadap vaksin Covid-19.  

Masyarakat hafal bahwa terjaminnya kesehatan mereka dalam sistem demokrasi kapitalis saat ini bukanlah menjadi prioritas utama. Jika nyawa masyarakat merupakan hal yang utama dan tanggungjawab dari pemimpin negeri tentu penanganan pandemi tidak akan selengah ini dan menyebabkan banyak korban berguguran. Tentu negara juga akan memfasilitasi vaksin gratis bagi seluruh masyarakat. Bukankah ini merupakan harapan bagi kita semua sehingga wabah akan segera berhenti?

Sejak awal wabah menyebar dilakukan pencegahan yang maksimal serta penanganan terbaik akan dilakukan. Negara memfasilitasi penelitian terkait wabah yang ada sehingga pencegahan dan pengobatan akan efektif dan segera dapat diatasi. Baik penelitian untuk menemukan obat hingga vaksin. Penelitian ini tentu didanai besar dan diteliti oleh peneliti yang kompeten dibidangnya. Uji keamanan dan kehalalan vaksin tentu diutamakan. Hal ini tidak lain hanya untuk memastikan bahwa rakyat sehat semua dan tidak ada nyawa yang hilang cuma-cuma karena wabah. Pemerintah akan bertanggungjawab atas setiap wafatnya satu nyawa, sehingga akan bersungguh-sungguh dalam menangani wabah ini. Selain itu masyarakat akan turut membantu pemerintah menjadi relawan untuk uji coba vaksin. Apakah semua ini mungkin?

Tentu saja jika kita menjalankan sistem pemerintahan dengan politik Islam. Hanya sistem Islamlah yang mampu menjamin kesejahteraan umat. Kesehatan dan nyawa rakyat menjadi prioritas utama. Pemimpin negeri atau khalifah dan masyarakat saling membantu sehingga wabah dapat teratasi. Hal ini dilandasi oleh keimanan kepada syariat Allah SWT. Hanya syariat dan sistem pemerintahan Islam yang dijadikan sebagai landasan bernegara. 

Jika kita menginginkan vaksin yang aman segera ada tanpa perlu saling menyalahkan dan timbul keraguan tentu kita harus bekerjasama mencari jalan keluar. Kerjasama ini hanya bisa dijalankan apabila kita semua paham betul sistem demokrasi kapitalisme tidak mampu menyelesaikan pandemi. 

Kerjasama pemerintah dan kita sebagai rakyat hanya bisa dijalankan apabila kita memiliki dorongan keimanan dan rasa takut kepada Allah SWT. Dorongan ini tentunya hanya akan terwujud dalam sistem khilafah Islam. Maka sudah saatnya kita semua introspeksi diri dan segera bertaubat serta mewujudkan kembali kehidupan Islam yang mampu menjamin kesejahteraan umat.[]

Oleh: Nida'ul Haq
(Mahasiswi FKM Unair)

Posting Komentar

0 Komentar