Persoalan Negeri Tak Kunjung Selesai, Analis Mutiara Umat: Akibat Diterapkan Demokrasi


TintaSiyasi.com-- Dosen Universitas Online (Uniol) 4.0 Diponorogo dan Analis Mutiara Umat, Dewi Srimurtingsih mengungkapkan sumber permasalahan di negeri ini akibat diterapkan sistem demokrasi sekuler buatan manusia.

"Karut marut persoalan negeri adalah akibat diterapkannya sistem buatan manusia, sistem demokrasi yang cenderung sekuler liberal dan kapitalistik," tuturnya dalam Kuliah Online di WAG Uniol 4.0 Diponorogo, Rabu (30/12/2020).

Menurutnya, daftar panjang deretan persoalan negeri terus menambah pilu derita rakyat. "Mulai dari persoalan hukum yang sulit menemukan keadilannya hingga UU yang diduga kuat sebagai pemulus kepentingan pemodal," ujarnya.

"Dari kemiskinan, pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak dan perempuan, hingga penghinaan dan pelecehan Islam dan persoalan generasi yang semakin sekuler dan liberal," imbuhnya.

Ia menilai akibat persoalan yang menghimpit di segala bidang, rakyat harus menanggung beban yang semakin berat. 

"Pertama, rakyat merasakan hidup jauh dari dari aman. Kedua, membuat hidup rakyat semakin dihimpit kesusahan dan hidup beban hidup semakin sulit. Ketiga, beban berat memenuhi kebutuhan pokok menciptakan bayang-bayang kemiskinan kian dekat," ungkapnya.

"Keempat, ekonomi yang sulit pun menjadi penyokong rapuhnya ketahanan keluarga. Kelima, harapan tercipta generasi tangguh semakin tak tergapai," tambahnya.

Oleh sebab itu, menurutnya jika rakyat terus merasakan ketertindasan, ketidakadilan dan ketidaksejahteraaan, maka ditakutkan rakyat akan merasa ada atau tidaknya negara tiada bedanya. "Harus ada upaya untuk bangkit dari segala keterpurukan, harus ada yang terus berjuang menawarkan solusi hakiki untuk keluar dari segala problematika yang dialami umat ini," tegasnya.

Ia menilai berjuang menuntut perubahan hakiki di tengah umat itu haruslah menjadi pemegang simpul umat, menanamkan mafahim, maqayis dan qanaat Islam di tengah umat dan meningkatkan kesadaran politik umat. "Umat tahu khilafah, rezim korup, kafir musuh islam dan tahu parpol punya tsaqofah dan road map perjuangan, melakukan dharbu al-alaqat (shiro’ul fikri dan kiffah siyaasi), dan menggerakkan umat menuntut perubahan ke arah Islam.)," ujarnya.

Dengan demikian, ia mengingatkan bahwa jalan perubahan yang ditempuh harus merujuk kepada teladan dakwah Rasulullah Saw. "Bagaimana Rasulullah Saw begitu apiknya merangkul kekuatan shahabat dan juga shahabiyah dalam menyusun kekuatan dakwah, begitu pula kita mesti mengikutinya," pungkasnya.[] Achmad Mu'it

Posting Komentar

0 Komentar