Ormas Islam Dibubarkan, Aziz Yanuar: Bentuk Kesewenang-Wenangan Tanpa Hukum



TintaSiyasi.com-- Kontroversi pembubaran ormas Islam Front Pembela Islam (FPI) oleh pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) enam pejabat tinggi, dinilai pengacara FPI Aziz Yanuar sebagai bentuk kesewenang-wenangan tanpa proses hukum. 

"Kami memandang dalam proses pembubaran atau proses pelarangan FPI itu adalah kesewenang-wenanganan tanpa hukum,"ujarnya dalam Fokus: Kontroversi Pembubaran FPI, Ahad  (3/1/2021) di kanal Youtube Fokus Khilafah Channel.

Karena menurutnya, dalam konsideran Surat Keputusan Bersama (SKB) enam mentri hampir semua konsiderannya tidak berdasarkan hukum. Ia mengatakan dalam pembubaran dan pelarangan kegiatan Front Pembela Islam (FPI) itu terdapat dua bentuk kesewenang-wenangan yang terjadi, yaitu kesewenang-wenangan tanpa hukum dan kesewenang-wenangan dengan hukum. 

"Kalau kesewenang-wenangan dengan hukum itu perlakuan diskriminatif, kemudian (ada) perlakuan-perlakuan tidak adil. Jadi ada si A dihukum si B tidak, itu adalah kesewenang-wenangan yang menggunakan hukum, artinya mereka berwenang dengan hukum tapi sewenang-wenang, suka-suka gitu," jelasnya.

Ia mengatakan, dalam pembubaran dan pelarangan FPI sudah terjadi kekeliruan. Karena menurutnya sesuai dengan keputusan Mahkama Konstitusi (MK), negara tidak dapat menetapkan suatu ormas sebagai ormas terlarang, sepanjang ormas tersebut tidak terbukti melakukan pelanggaran hukum yang dibuktikan di pengadilan.[] Rasman

Posting Komentar

0 Komentar