Muhasabah di Tengah Musibah


Di awal tahun 2021 ini, musibah terus datang bertubi-tubi silih berganti, mulai dari pesawat jatuh, longsor, banjir bandang, gempa hingga wafatnya para ulama. Pandemi pun tak kunjung selesai malah semakin menjadi.

Dilansir dari Bisnis.com, BNPB mencatat, ada 136 bencana alam terjadi di Indonesia sepanjang periode 1-16 Januari 2021. Dari 136 bencana alam itu, sudah merenggut 80 korban jiwa dan 858 orang luka-luka, (16/01/2021).

Musibah yang terjadi hendaknya dijadikan muhasabah bagi segenap komponen bangsa. Apa yang terjadi bisa jadi karena ada tangan-tangan manusia serakah yang tidak menjadikan aturan Allah Swt sebagai aturan untuk mengatur kehidupan individu, masyarakat ataupun negara. Ekspolitasi SDA yang berlebihan sehingga menyebabkan banjir dan tanah longsor yang tak bisa dihindarkan. 

Musibah merupakan qadha dari Allah Swt. Sebagai seorang muslim yang beriman hendaknya kita menerimanya dengan sabar dan tawakal. Upaya yang hendak dilakukan untuk merubah kondisi saat ini yang sangat jauh dari aturan Islam yakni dengan melakukan amar makruf nahi mungkar, sebagaimana firman Allah Swt: 
"Orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain. Mereka memerintahkan perkara yang makruf, mencegah perkara yang mungkar, dan mendirikan shalat." (QS. at-Taubah: 71)

Amar makruf nahi mungkar wajib dilakukan oleh kaum muslim sampai terwujudnya sistem Islam kaffah yang diterapkan oleh khilafah. Negara Islam yang akan menerapkan semua aturan yang Allah Swt turunkan. Dan sudah terbukti mampu menyelesaikan problematika umat hingga kurang lebih 13 abad. 

Mari satukan langkah dan barisan wahai komponen umat Islam untuk kembali kepada yang haq yaitu sistem Islam kaffah. Sudah saatnya kita ganti sistem kufur saat ini dengan syariah dan khilafah agar keberkahan senantiasa meliputi seluruh umat manusia di dunia. Wallahu a'lam bi ash-shawwab.[]

Oleh: Imas Sunengsih, S.E

Posting Komentar

0 Komentar