Muhasabah Akhir Tahun, Cendekiawan Muslim Ungkap Resolusi Paling Penting 2021



TintaSiyasi.com-- Terkait muhasabah akhir tahun, Cendekiawan Muslim Ustaz Ismail Yusanto ungkap resolusi paling penting yang harus dilakukan di tahun 2021.

"Jika kita berbicara tentang 2021, resolusi apa yang harus kita buat bagi diri kita, keluarga, dan umat? Saya kira itu resolusi paling penting bagaimana kita menjadi orang yang lebih bertakwa, sudah bertaqwa makin bertakwa begitu terus yang kita bawa keluarga menjadi keluarga yang bertaqwa," tuturnya dalam acara Muhasabah Akhir Tahun Untuk Indonesia Berkah: Mengokohkan Ukhuwah dan Komitmen Perjuangan Untuk Menyongsong Kemenangan melalui kanal Youtube Kalam TV, Rabu (30/12/2020).

Menurutnya, ketakwaan harus diperjuangkan sampaintataran bangsa dan negara. "Ketakwaan ini harus kita perjuangkan sampai pada tataran bangsa dan negara agar menjadi bangsa dan negara yang bertakwa bahkan sampai pada dunia yang bertakwa," ujarnya.

Selanjutnya ia menegaskan bahwa ketakwaan itu harus di segala lini. "Di dalamnya ada ekonomi yang bertakwa, politik yang bertakwa, budaya yang bertakwa, pendidikan yang bertakwa," tegasnya.

Ia juga menyampaikan pentingnya ketakwaan, "Tanpa itu semua (ketakwaan) yang terjadi adalah bahwa manusia akan menuju ke jurang penderitaan, jurang kenestapaan, jurang kehinaan, jurang kesesatan, sebagaimana yang kita rasakan saat ini," terangnya.

Menurutnya, kemiskinan, kesenjangan, utang yang menggunung, kezaliman, kriminalisasi. Semua itu adalah bentuk- bentuk dari kerusakan yang timbul akibat tekanan yang jauh dari nilai- nilai takwa. "Karena itu kita tidak boleh berhenti memperjuangkan dan ini mutlak," bebernya.

Dengan sikap ini, menurutnya akan mengantarkan keselamatan dunia dan akhirat. "Dengan sikap kesadaran ini Insya Allah dan dengan istiqomah serta doa agar kita selamat meniti kehidupan dunia yang sementara agar kita bisa memastikan selamat sampai tiba di akhirat kelak," lanjutnya.

Bahkan, ia mempertegas lagi, semangat mewujudkan ketakwaan di segala lini ini harus terus berlanjut, "jikalau masyarakat yang bertakwa dengan sistem yang bertakwa belum terwujud, setidaknya semangat istiqomah menurun, menular kepada anak cucu, masyarakat sehingga melanjutkan estafet perjuangan sebagaimana kita tertular, tersadarkan oleh guru-guru yg telah mendahului kita," pungkasnya.[] Faizah

Posting Komentar

0 Komentar