Mengajarkan Islam Kaffah kepada Anak, Radikalkah?




Sejatinya sebagai seorang Muslim wajib mempelajari Islam yang utuh (Kaffah) sebagaimana Allah perintahkan dan Rasulullah contohkan baik dalam kehidupan rumah tangga, bermasyarakat dan bernegara.

Umat Islam selayaknya memahami Islam tidak hanya dari sisi ibadahnya saja tapi lebih dari itu, yaitu sebagai sebuah konsep yang memiliki cara tertentu penerapannya dengan kata lain Islam sebagai sebuah ideologi yang memiliki fikrah dan thariqah.

Allah berfirman dalam QS al-Baqarah yang artinya, "Wahai orang-orang yang beriman masuklah kamu kedalam Islam secara kaffah. Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan musuh yang nyata bagimu". (QS. Al-Baqarah 120).

Kaffah diartikan oleh para ulama mu'tabar yaitu menyeluruh mencakup disegala aspek kehidupan yaitu. Pertama, Hablum min Allah (pengaturan hubungan manusia dengan Allah) yang mencakup aqidah dan ibadah (rukun iman dan rukun islam) termasuk zikir, doa, sholawatan, dll.

Kedua, hablun min an-naas (pengaturan hubungan manusia dengan sesama manusia) yang mencakup pengaturan bidang pemerintahan, ekonomi, pendidikan, kesehatan, politik, pergaulan, dll.

Ketiga, hablun min an-nafs (pengaturan hubungan manusia dengan dirinya sendiri) yaitu mencakup bagaimana cara memenuhi makan, minum, berpakaian, akhlak, dll.

Pengertian Islam yang kaffah ini perlu diajarkan kepada anak sejak dini. Karena itulah kewajiban orang tua yang Allah perintahkan agar keluarga terhindar dari azab neraka. Sebagaimana Allah sampaikan dalam Al-Qur'an yang mulia yang artinya:

"Hai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu..." (QS. At-Tlahrim ayat 6)

Dan dalam Al-Qur'an surat Luqman ayat 12 dimana Allah perintahkan agar orang tua mengajarkan anaknya hanya mengenal Allah saja sebagai sang penciptanya sekaligus satu-satunya yang berhak disembah, diibadahi, dan dipatuhi. Tidak seperti yang diajarkan oleh faham pluralisme yang menyatakan semua agama benar.

Namun kondisi sekarang dimana pemahaman Islam semakin berkurang ditengah-tengah masyarakat muslim ditambah lagi isu radikalisasi yang diprogramkan oleh Barat malalui antek-anteknya ke negeri-negeri kaum muslimin membuat umat Islam semakin takut menampakkan keislamannya bahkan hanya untuk mempelajarinya.

Dan lebih-lebih lagi isu radikal hanya disematkan pada muslim saja terutama muslim yang taat sementara diluar muslim seradikal apapun tetap tidak dianggap radikal.

Oleh karena itu sebagai keluarga muslim mengenalkan anak sedari dini tentang Islam kaffah adalah sebuah kewajiban yang kelak akan Allah pinta pertanggungjawaban kelak diakhirat. 


Apa Saja Kewajiban Yang Bisa Diajarkan Kepada Anak-anak dari Usia Dini?

Pertama, Mengucapkan dua kalimat syahadat. Kalimat syahadat merupakan tanda seorang muslim. Orang tua wajib mengajari anak-anaknya bersyahadat dan mengucapkan kalimat-kalimat thoyyibah lainnya. Dan syahadat merupakan kunci surga yang dimiliki hanya bagi orang yang mengucapkannya.

Kedua, Orang tua wajib mengenalkan kepada anak bahwa Allah lah yang menciptakannya, seluruh alam, manusia dan seisinya dan tidak ada yang berhak disembah, diibadahi, dipatuhi selain Dia. Tidak boleh menyekutukannya dengan sesuatupun yang berakibat musyrik dan kekal dalam neraka. Dan mengakui bahwa nabinya adalah nabi Muhammad Saw penyempurna risalah dan penutup para nabi.

Dalam hal ini fitrah suci anak sering bertanya terkait dirinya, orang tuanya dan benda-benda disekelilingnya siapa yang menciptakan.

Ketiga, Orang tua wajib menyampaikan wajibnya menunaikan ibadah sholat lima waktu dan kalau sudah berumur 10 tahun tidak mau sholat maka orang tua boleh memukul dengan pukulan mendidik. Karena sholat adalah tiang agama, ketika tiangnya roboh maka hancurlah bangunan lainnya.

Keempat, Anak wajib diajarkan sedari dini tentang batasan aurat dan kewajiban menutupnya. Agar kelak sudah dewasa tidak tergagap lagi untuk menutupnya alias sudah terbiasa dan akan terasa tidak nyaman jika tidak menutup aurat. 

Kelima, Anak-anak wajib diajarkan tentang batas pergaulan antara laki-laki dan perempuan agar kelak dia memahami bagaimana mensikapi teman atau siapa saja yang bukan mahramnya agar terhindar dari pelecehan seksual dan pergaulan bebas yang berakibat terjatuhnya dalam lembah dosa zina.

Keenam, pastinya orang tua sebagai teladan pertama didalam rumah tangga yang wajib untuk menjalankan semua perintah-perintah diatas terlebih dahulu dengan mempelajari Islam dengan kajian intensif setiap minggunya agar tertanamkan pemahaman Islam dan ada jamaah yang selalu mengontrolnya.

Oleh karena itu juga kita butuh institusi yang bisa menyempurnakan ikhtiyar kita dalam mendidik anak yaitu daulah khilafah Islamiyyah. Karena hanya dengan adanya sistem Islam ini ketaatan totalitas mudah untuk diraih terutama menjadikan keluarga menjadi hamba Allah yang bertaqwa.

Apalagi isu radikal semakin masif digencarkan oleh para pembenci Islam kepada keluarga muslim yang taat. Yang mungkin akan menjauhkan keluarga terutama anak-anak dari Islam dan yang pasti menjauhkan anak-anak dari rida dan surganya Allah.

Oleh karena itu para orang tua selayaknya menjadikan dirinya bagian dari perjuangan penegakan institusi Islam ini dengan belajar Islam kaffah dan menerapkannya dalam naungan daulah khilafah. Wallahu a'lam bishshowab.

Oleh: Fadhilah Fitri S.Pd.I
Aktifis Dakwah

Posting Komentar

0 Komentar