Marak Anak Gugat Orang Tua Akibat Kapitalisme


Awalnya sempat tidak percaya, tapi inilah kenyataan. Seorang anak tega menggugat ayah kandungnya sendiri. Diberitakan oleh INewsJabar.com, RE Koswara (85) warga Bandung digugat oleh anak kandungnya Deden dan menantu Nining (istri Deden). Total gugatan perdata tersebut Rp3 miliar, plus membayar kerugian materiil Rp20 juta dan imateriil Rp200 juta. Kasus ini berawal dari Deden mengontrak toko ayah seharga Rp8 juta namun dibatalkan karena toko mau dijual.

Ada juga, Seorang ibu bernama Ramisah (67) warga Kelurahan Candiroto, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah digugat oleh anak kandungnya, Maryanah (47). Kasus ini dimulai karena pertikaian perihal masalah tanah warisan.

Di Salatiga juga terjadi, Seorang ibu bernama Dewi Firdauz (50) digugat anak laki-lakinya, AP (26) ke PN Kota Salatiga. Gugatan ini bermula karena ibu dua anak ini tak kunjung mengembalikan mobil Toyota Fortuner yang digunakannya kepada AP. Dan masih banyak lagi (www.kumparanNews.com, 26/1/2021).

Maraknya kasus gugat menggugat antar anggota keluarga, apa lagi anak menggugat orang tuanya sendiri karena di sistem kapitalisme menganggap bahwa materi adalah satu satunya faktor yang dapat mendatangkan kebahagiaan. Hubungan kerabat tergerus dengan standar kebahagiaan ini. Terlebih di tambah dengan kondisi ekonomi yang sulit, orang akan melakukan berbagai cara tak peduli halal haram yang penting mendapatkan apa yg diinginkan. Kapitalisme telah menghancurkan sendi sendi kehidupan rumah tangga keluarga muslim.

Dalam islam, anak mempunyai kewajiban birrul walidain berbakti kepada kedua orang tua. Dan orang tua membekali anak dengan ilmu agama supaya kelak tumbuh menjadi generasi sholih sholihah. Dalam islam bahkan anak dapat menjadi wasilah pahala jariyah bagi kedua orang tuanya. Dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda:

عن أبي هريرة رضي الله عنه: أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثَةِ: إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

"Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah bersabda: "Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya." (HR Muslim)

Terkait dengan harta warisan orang tua yang telah tiada islam juga telah mengatur pembagian harta waris sedemikian rinci. Sehingga setiap muslim wajib mentaati dan rela diatur pembagiannya menurut syariat islam. Sehingga terwujud sebab sebab kepemilikan harta yang sah bagi ahli waris. Maka jalan satu satu untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antar anggota keluarga adalah dengan mencampakkan kapitalisme dan kembali kepada aturan islam. Wallahu a'lam bishawab.[]

Oleh: Tri Endah Nugraheni, S.Pd

Posting Komentar

0 Komentar