Lho Kok Menerjemahkan Judul “Suspected Militants” Jadi “Radikal”? (Studi Judul Berita di Kelas Coaching with Om Joy)



TintaSiyasi.com-- “Lihatlah, Detik.com memberikan judul ‘Kelompok Radikal Islam’. Padahal Reuters-nya sendiri memberikan judul ‘Suspected Militants (Terduga Militan)’,” ujar Om Joy, Jumat (29/1/2021) di kelas WhatsApp Coaching with Om Joy (CwOJ) Pembuatan Straight News (SN/berita lugas) Angkatan Pertama.

Sebelum menyatakan itu, Om Joy terlebih dahulu memperlihatkan judul, paragraf kedua dan tautan SN yang dibuat pada Ahad, 3 Januari 2021 tersebut di grup yang beranggotakan enam dosen pembimbing (dosbing), 39 peserta coaching SN Angkatan Pertama dan Om Joy.

“70 Orang di Nigeria Tewas Usai Serangan dari Kelompok Radikal Islam

Dilansir dari Reuters, Minggu (3/12/2020), sumber keamanan mengatakan pada Sabtu (2/1), setidaknya 70 masyarakat sipil tewas dalam serangan di dua desa oleh tersangka kelompok radikal Islam di Nigeria.



Lalu Om Joy perlihatkan pula judul, paragraf pertama dan tautan SN berbahasa Inggris yang juga terbit pada hari yang sama. 


At least 70 killed in suspected militant attacks in Niger - security sources

At least 70 civilians were killed in simultaneous attacks on two villages by suspected Islamist militants in Niger, near the border zone with Mali, security sources said on Saturday.


Rasman, Dosen Pembimbing (Dosbing) Kelompok II SN Angkatan Pertama, pun bertanya, “Dari mana wartawan dan alasan apa membuat wartawan detik.com menyimpulkan itu serangan kelompok radikal Islam?”

Belum sempat Om Joy menjawab, Sri Astuti, peserta coaching Kelompok III SN Angkatan Pertama, bertanya, “Termasuk berita hoaks bukan kayak gitu?”

“Tentu saja!” jawab Om Joy.

“Parah banget ih,” timpal Sri Astuti dengan emotikon mata berkaca-kaca.

Kemudian Om Joy menjawab pertanyaan Rasman, “Ngakunya dari Reuters, faktanya Reuters tidak bilang begitu. Alasan Detik.com bilang begitu saya tidak tahu. Tapi patut diduga ingin mengidentikan ‘radikal’ dengan tindakan ‘pembunuhan’.

Rasman pun menimpali, “Jadi arahnya sangat jelas... Sesuai rencana rezim dan proyek ‘radikalisme dan ekstremisme’."

“Tepat sekali! Jelas, ini sangat mendeskreditkan kelompok-kelompok Islam di Indonesia yang diopinikan radikal oleh rezim,” komentar Om Joy. 

“Tapi wajar-wajar saja media ini berbuat begitu…, media kapitalis…. harus dilawan,” tegas Rasman.

Lalu Sri Astuti bertanya, “Om itu boleh saya share? Membandingkan dua berita antara Detik.com dan Reuters.com.”

“Silakan…” jawab Om Joy. 

Kemudian Om Joy menanggapi pernyataan Rasman yang menyebut “harus dilawan”. “Tentu saja. Teh Sri melawan dengan caranya, silakan Rasman melawan dengan cara Rasman...,” ujar Om Joy.

Di akhir bahasan, Om Joy berpesan semua manusia akan dihisab oleh Allah SWT, tak terkecuali jurnalis. Maka sebagai jurnalis, semua anggota grup ini tidak boleh membuat hoaks, termasuk hoaks seperti yang dicontohkan di atas.

“Kita memang melawan sistem kufur dan juga rezim zalim tetapi kita juga tetap harus bersikap adil dalam memberikan serangan balik, tak boleh turut membuat dan menebar hoaks,” pungkasnya.[] Joko Prasetyo

Depok, 16 Jumadil Akhir H | 29 Januari 2021 M



Posting Komentar

0 Komentar