KH Hafidz Abdurrahman: Menutup Aurat Wajib Bagi Muslim dan Non Muslim



TintaSiyasi.com-- Khadim Ma’had Syaraful Haramain, KH Hafidz Abdurrahman mengungkap kewajiban menutup aurat bagi Muslim maupun non Muslim dengan berjilbab.

"Hukum menutup aurat (wajib) bukan hanya (bagi) Muslim tetapi juga non Muslim, kewajiban menutup aurat di antaranya berjilbab," tuturnya di kanal YouTube Khilafah Channel dalam acara Jilbab, Wajib atau Sukarela? Bagaimana dengan Non Muslim? Selasa, (26/01/2021).

Menurut Ustaz Hafidz sapaan akrabnya, masalah pelepasan jilbab tidak pernah diributkan, justru yang diributkan seperti kasus di Sumatera Barat (seragam wajib jilbab di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Padang).

"Ini masalah hukum, hukum itu kembali kepada keyakinan. Ketika keyakinan yang dipakai hukum itu berbeda otomatis cara pandang hukum itu juga berbeda, ini yang harus kita pahami. Oleh karena itu, ribut atau polemik yang muncul itu tidak bisa dilepaskan dari akidah yang menjadi pondasi di dalam persoalan ini, ini yang harus kita pahami," imbuhnya.

Menurutnya, karena Islam itu adalah agama yang diturunkan untuk manusia. Islam itu disebutkan dalam Alquran, Kami tidak mengutus kamu Muhammad dengan membawa Islam ini kecuali untuk bagi rahmat bagi semesta alam. Ia menjelaskan, rahmat bagi alam itu bukan hanya rahmat bagi manusia, bukan rahmat bagi hewan, bukan rahmat bagi tumbuhan, tetapi rahmat bagi alam semesta ada hewan, ada tumbuhan, dan ekosistem.

"Maka, Islam menurunkan solusi, dan karena Islam itu rahmatan lil alamin, memberikan solusi kasus seperti ini, lihatlah solusi ini sebagai solusi yang di berikan dari Allah kepada manusia, tanpa melihat agamanya, kepada manusia tanpa melihat jenis kelaminnya karena solusi ini sesungguhnya untuk mengatur kehidupan manusia, agar manusia itu tidak terperosok dalam kehidupan binatang kehidupan hewan," tegasnya.

Oleh karenanya, ia menekankan, Islam ketika memberikan solusi itu berlaku untuk semuanya tanpa melihat agamanya. "Atau konteks poin ini yang saya sampaikan, ketika kita melihat menutup aurat atau masalah jilbab dalam Islam. Maka, tolong perspektif kita ketika melihat persoalan ini, jangan melihat dari sentimen agama, tapi pandanglah ini solusi Allah yang diberikan kepada manusia tentang melihat laki-laki dan perempuan," bebernya.

"Jadi, syariat Islam diterapkan atau Islam diterapkan sebagai suatu solusi maka kerusakan akan bisa dicegah, dan sebaiknya kemaslahatan bisa diwujudkan. Ini Islam, itu yang harus kita catat. kalau dilihat dalam kontekt perspektif seperti ini di mana zina pintunya ditutup, selain zinanya itu diharamkan, kehormatan perempuan dijaga, kemudian pintu-pintu zina mulai dari auratnya sampai larangan berkhalwat, larangan nadhor (bertemu) disertai sahwat dan sebagainya itu ditutup," terangnya.

Ia mengungkap, ada perintah untuk laki-laki menundukkan pandangan dan seterusnya. "Nah, ini penjelasan yang saya sampaikan bahwa persoalan menutup aurat dan membuka aurat, ini bukan semata terkait dengan Islam atau non Islam kemudian apalagi dibawa isu hak asasi manusia karena ada pemaksaan, tetapi ketahuilah ini adalah persoalan yang terkait dengan masalah manusia dimana dulunya itu manusia problem yang terkait dengan naluri seksual laki-laki tertarik pada perempuan perempuan tertarik pada laki-laki," jelasnya.

Menurutnya, dengan diterapkan syariat Islam, maka semuanya akan mendapatkan rahmat. "Rahmat itu dikhususkan seolah-olah untuk Muslim, sedangkan non muslim itu tidak mendapatkan rahmat, itu tidak. Islam itu rahmatan lil alamin, Muslim non Muslim ketika Islam itu diterapkan sama-sama mendapatkan rahmat, rahmat yang dimaksud di sini yaitu terwujudnya kembali kemaslahatan dan tercegahnya kerusakan. Itulah yang kita sebut dengan rahmatan lil alamin," pungkasnya. [] Munamah

Posting Komentar

0 Komentar