KH Amiruddin A Fikri: Semangat Harus Berkobar Realisasikan Janji Allah



TintaSiyasi.com-- KH Amiruddin A Fikri, M.A., menyerukan kaum Muslim harus memiliki semangat yang terus berkobar untuk merealisasikan janji Allah SWT dan bisyarah Rasulullah Saw.

“Semangat spirit utama yang terus harus berkobar di dalam hati setiap kaum Muslim itu adalah semangat untuk merealisasikan janji Allah subhanahu wa ta'ala dan bisyarah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam,” tuturnya dalam acara Muhasabah Akhir Tahun untuk Indonesia Berkah: Mengokohkan Ukhuwah dan Komitmen Perjuangan Untuk Menyongsong Kemenangan di YouTube Sultan Channel, Rabu (30/12/2010).

Menurutnya, selain janji yang pasti itu ternyata Rasulullah Saw juga memberikan bisyarah. Jadi, katanya, bisyarah artinya adalah sebuah proses penyampaian informasi, penampakan sebuah aktivitas dalam mewujudkan sesuatu. "Apa sesuatu itu, inilah yang disebutkan oleh para ahli bahasa sesuatu yang akan dimunculkan itu adalah sesuatu yang sifatnya menggembirakan, menyenangkan dan membahagiakan," jelasnya.

Ia menjelaskan, terkait dengan bisyarah yang menyebutkan bahwasanya negara Roma pun akan ditaklukan. "Nah, (negara) Roma, menurut para ahli bahasa yang dimaksudkan itu adalah ibu kota Italia hari ini, yang memang belum terbukti dan belum ditaklukkan oleh kaum Muslim," tegasnya.

Ia mengatakan, bagaimana menyikapi janji Allah dan bisyarah Rasulullah Saw. Ia jelaskan, s ebagai seorang Muslim yang baik maka yang namanya wa’dullah (janji Allah) dan bisyarah nubuwah, setidaknya sikapnya adalah. "Pertama, dia harus menjadikan ini wa'dullah an nubuwah sebagai kekuatan ruhiyah, ini menjadi kekuatan ruhiyah, menjadi api semangat menjadi spirit utama dalam perjalanan dakwah sehingga sebagai seorang muslim yang mengemban dakwah Islam sebagai sebuah kewajiban," ujarnya.

Kedua, harus disikapi dalam bentuk siqo i'wabilah wa siqoh bishorah nubuwah, yaitu harus percaya bahwa perjuangan dakwah itu kemenangan yang berujung kemenangan.

Ia menceritakan, bagaimana perjalanan kaum Muslim selama masa kekhalifahan Islam. “Kita lihat pada masa muawiyah Yazid bin Muawiyah tampil untuk berusaha menaklukkan Konstantinopel. Demikian juga pada masa Abbasiyah kekhalifahan Al Mahdi tampil memimpin dalam upaya untuk menaklukkan konstantinopel. Nah, ternyata pada masa Utsmaniyah oleh Sultan Muhammad Al Fatih yang kemudian berhasil menunjukkan dan membuktikan apa yang dijanjikan Rasulullah SAW lebih 800 tahun, yang dijanjikan Rasulullah itu ternyata terbukti," bebernya.

Ia mengingatkan, sebagai seorang beriman kita diarahkan dan dinasehati tidak boleh mengukur-ukur dan menghitung-hitung waktu dalam rangka meraih kemenangan, karena Rasulullah Saw tidak menetapkan waktu untuk menaklukan kota Konstantinopel dan kota Roma.

“Itulah sebabnya, ketika daulah khilafah berdiri kembali, maka di antara yang akan menjadi sebuah upaya untuk diperebutkan oleh umat-umat terbaik ini adalah, menanti kehadiran Sang Penakluk Roma insyaAllah mudah-mudahan kita menyaksikan itu semua,” pungkasnya.[] Sri Nova Sagita

Posting Komentar

0 Komentar