Kerusuhan Pendukung Trump, Hasil Nyata Penerapan Demokrasi

Aksi unjuk rasa para pendukung Presiden AS Donald Trump yang berujung kerusuhan di Gedung Kongres, Capitol Hiil, Washington, AS mengundang berbagai reaksi netizen di media sosial. Banyak juga yang menyesalkan terjadinya aksi kerusuhan dan menghimbau untuk mendoakan keadaan AS.

Sebelumnya diberitakan, ratusan pendukung Trump menyerbu dan menyerang Gedung Capitol Hiil  dalam upaya membalikkan kekalahan Trump dalam Pilpres AS. Para pendukung Trump yang awalnya berunjuk rasa diluar gedung tiba-tiba menerobos masuk kedalam dan memicu kekacauan serta melakukan aksi perusakan seperti memecahkan kaca jendela, menduduki kantor dan ruangan di dalamnya. Serbuan para pendukung Trump ini dilakukan pada Rabu (6/1) waktu setempat atau Kamis (7/1) pagi waktu Indonesia, saat Kongres AS menggelar gabungan untuk mengesahkan kemenangan Biden dalam pilpres AS 2020. Proses tersebut tengah berlangsung saat serbuan terjadi (inet.detik.com,08/01/2021).

Para pemimpin dunia dan diplomat mengecam kerusuhan yang dilakukan oleh pendukung Donal Trump di Gedung Capitol di Washington AS. Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan kerusuhan di Gedung Capitol tidak dapat diterima atas alasan apapun. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan kerusuhan di Washington sebagai insiden yang “memalukan”. 

“AS adalah simbol demokrasi di seluruh dunia dan sangat penting bagi AS untuk melakukan transisi kekuasaan dengan damai dan tertib,” cuit Johnson dalam akun Twitternya”. Menlu Irlandia Simon Coveney mengatakan,” seluruh dunia melihat! Kami berharap restorasi keadaan kembali tenang’. Dia juga mengatakan gambar gambar kerusuhan di Washington “mengejutkan” dan menyebut insiden tersebut “serangan terhadap demokrasi” (www.beritasatu.com, 07/01/2021).

Kerusuhan pendukung Trump di Washington itu pun dipandang oleh sebagian pemimpin dunia sebagai serangan terhadap demokrasi, karena menyalahi dari arti demokrasi yang sebenarnya. Perbuatan anarki para pendukung Trump ini memang sangat mencengangkan karena terjadi di negeri yang menjadi kiblat demokrasi dunia.

Aksi kekerasan yang dilakukan demi menuntut perubahan rezim yang sangat disayangkan oleh mata dunia ini seharusnya mengingatkan kita kepada manipulasi proses politik dan penindasan terhadap politik Islam yang dialami negeri negeri muslim ketika dipimpin oleh Amerika Serikat dan sekutunya selama satu abad.

Demokrasi yang mayoritas diterapkan di dunia ini, cenderung  dirasa kurang menyentuh keadilan karena sesungguhnya dia berdasar pada akal manusia yang terbatas. Sebagaimana kekerasan yang terjadi AS ini, menunjukkan bahwa demokrasi di dunia barat tidak ada bedanya dengan tempat lain. Hal ini mematahkan anggapan bahwa dunia barat yang ditunjuk elit politik dan pendukung demokrasi yang berada di dunia muslim sebagai politik yang adil.

Di lain sisi demokrasi yang kental dengan ide kebebasannya terlihat nyata telah gagal sebagai sistem perpolitikan dunia. Resesi yang menjulang di kala pandemi yang mengakibatkan pemerintah di penjuru dunia gagal memenuhi janji mereka, memandang muslim minoritas sebagai orang buangan dan yang lebih miris penghinaan Nabi umat Islam Muhammad Saw.

Kejadian kekerasan oleh pendukung Trump di AS itu sejatinya adalah hasil nyata penerapan demokrasi sekaligus menunjukkan wajah asli demokrasi sebenarnya. Hal itu juga menampakkan AS sebagai the new sick man yang semestinya akan segera tumbang.

Dunia saat ini sejatinya membutuhkan sebuah sistem yang berbeda. Yaitu sistem yang memiliki pemimpin yang akan bertanggung jawab atas segala urusannya kepada Allah swt bukan selainnya, mampu adil dan hormat kepada setiap warga negaranya tanpa memandang apakah itu muslim dan non muslim, serta menempatkan posisinya sebagai pelayan umat sehingga mampu membawa kesejahteraan. 

Semua itu hanya dapat diwujudkan dengan sistem Islam. Karena Sistem Islam yaitu khilafah menjadikan Allah swt sang pencipta dan pengatur dalam segala aspek kehidupan. Satu-satunya sistem yang dapat membawa manusia kepada keselamatan dunia dan akhirat. Sudah saatnya kesempatan diberikan kepada Islam sebagai pemimpin peradaban. Allahu a’lam bisshowab.[]

Oleh: Ummu Nafeeza

Posting Komentar

0 Komentar