Kasus KM50 Menyisakan Tanya, Ustaz Ismail Yusanto: No Perfect Crime!



TintaSiyasi.com-- Kasus KM50 (terjadi di kilo meter 50 tol Cikampek) yang menewaskan 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) menyisakan tanya di benak publik, Cendekiawan Muslim Ustaz Ismail Yusanto mengingatkan no perfect crime (tidak ada kejahatan yang sempurna). "No perfect crime, tidak ada kejahatan yang sempurna, kejahatan pasti meninggalkan jejak," tuturnya dalam video berdurasi 4 menit lebih tiga detik yang diunggah oleh kanal youtube Fokus Khilafah Channel, Kamis (14/6/2021).

Ia bahkan mempertegas, telah banyak kejahatan terjadi di muka bumi yang pada akhirnya terungkap, karena memang tidak pernah ada kejahatan yang sempurna. 

Menurutnya, begitu juga tentang kasus KM50, meskipun telah dilakukan proses hukum, mulai dari bukti-bukti yang dipertontonkan dan rekonstruksi telah dilakukan. Namun, menurutnya itu belum selesai dan masih menyisakan jelaga.

"Apakah selesai? Tentu tidak, karena banyak sekali pertanyaan di benak publik yang tak terjawab hingga sekarang. Mengapa mereka harus dibunuh, hanya karena melawan petugas?" tandasnya. 

"Bagaimana Laskar itu tahu bahwa yang dihadapi, yang menguntit mereka itu adalah petugas, sementara dia tidak lihat ada seragam atau atribut layaknya aparat? Kemudian dikatakan 4 orang terpaksa harus ditembak oleh karena melawan petugas," imbuhnya.

"Bagaimana menjelaskan bahwa di dalam tubuh korban itu, itu tembakan semua teratur terkonsentrasi di dada? Bahkan, tampak bekas tembakan yang dekat atau bahkan sangat dekat. Dan sebagiannya masih menyisakan jelaga," ungkapnya penuh tanya.

Ia meyakinkan umat bahwa kejahatan pasti meninggalkan jejak melalui Surah Yusuf ayat 111 yang dikutipnya, ia meyakini di dalam kisah itu terdapat ibroh dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikir. Ia mengisahkan, ayahanda Nabi Yusuf dapat mencium kebohongan ketika diceritakan kepadanya bahwa Nabi Yusuf dimakan serigala.

"Ayahanda Nabi Yusuf, ketika diceritakan kepadanya bahwa Nabi Yusuf dimakan serigala. Ia merasa heran bagaimana Nabi Yusuf dimakan serigala. Tapi gamisnya bisa dibawa pulang dan ketika dia mencium darah yang menempel pada gamis itu, ia sampai pada kesimpulan bahwa ini semua adalah dusta," kisahnya.

Menurutnya, kasus KM50 ini mungkin tidak akan segera terjawab hingga tiba berubah angin kekuasaan. Bahkan, ia juga meyakinkan kalau tidak terungkap di dunia, pasti akan terungkap di akhirat. 

"Bukan hanya terungkap, tetapi juga dengan balasan yang jauh lebih pedih. Pasti!," pungkasnya.[] Dewi Srimurtiningsih

Posting Komentar

0 Komentar