Kapitalisme Lahirkan Generasi Durhaka


Lagi-lagi jagad dunia sosial media dihebohkan dengan kasus seorang anak yang melaporkan ibunya ke polisi hanya karena cekcok masalah baju. Seorang anak melaporkan ibu kandungnya ke polisi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Kini sang ibu yang berinisial S (36) mendekam dalam sel tahanan Polsek Demak Kota (Detik.com).

Percekcokan Ini hanya dipicu oleh perkara remeh yakni materi. Ramai di sosial media pemberitaan seorang anak berinisial A (19) tahun yang melaporkan ibu kandungnya S (36) tahun ke polisi di Kabupaten Demak Jawa Tengah karena perkara baju. Kedua orang tua anak tersebut sudah bercerai. Menurut keterangan kuasa hukum S pada 21 Oktober 2020 lalu si (A) mendatangi rumah S untuk mengambil pakaiannya. Hanya saja mengetahui pakaiannya telah dijual sama ibu terjadilah percekcokan hingga berujung pada luka yang tak disengaja di pelipis mata A. Sang ibu pun kini harus menelan pahit karena harus masuk dalam sel tahanan Polsek Demak dengan dugaan penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Mirisnya A sadar bahwa yang dia lakukan akan menjadikan dia sebagai anak durhaka hanya saja akan tetap dia lakukan untuk mencari keadilan. Dia pun menyampaikan bahwa dia tetap sayang terhadap ibunya. 

Kasus serupa juga terjadi di Lombok Tengah sebuah video yang memperlihatkan Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyono Suhartono menolak laporan seorang anak berusia 40 tahun yang ingin memenjarakan ibu kandungnya 60 tahun. berawal dari harta warisan peninggalan Ayah M yang dijual seharga Rp. 200.000.000. Setelah terjual sang Ibu mendapatkan bagian 15 juta rupiah dan dipakai untuk membeli motor. Motor tersebut kemudian diletakkan di rumah keluarga. M yang tidak tahu pun tidak terima dan dianggap menggelapkan uang kemudian melaporkan sang Ibu ke polisi. 

Kasus di atas semakin menambah deretan panjang kasus sebelumnya terkait perseteruan anak dan orang tua yang berujung pada pidana. Hubungan dalam keluarga tak lagi harmonis sebagaimana suasana yang seharusnya ada dalam rumah tangga. Hal ini tidak lepas dari faktor sistem kapitalisme telah menjadikan hubungan di antara keluarga bernilai materi. Sistem materialistik ini menjadikan hubungan antara anak dan ibu diukur berdasarkan untung rugi tak masalah jika harus menjalankan orang tua hingga menghabisi nyawa mereka karena rebutan harta dan masalah-masalah materi lainnya. Sebab sistem kapitalisme memang menjadikan manfaat sebagai tolak ukur dalam segala hal. Sistem rusak ini tak dapat dilepaskan dari asas yang mendasarinya yakni sekulerisme yang memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga menghasilkan produk manusia-manusia yang akan berbuat sesuka hati tanpa mempedulikan benar salah dalam standar Islam. Sistem sekuler terbukti gagal membentuk keluarga yang harmonis dan menghasilkan generasi yang durhaka.


Islam Solusinya

Keluarga adalah unit terkecil yang seharusnya menjadi tempat tumbuhnya generasi dan membentuk kepribadian generasi. Sehingga keluarga adalah salah satu faktor yang menentukan kualitas generasi ke depannya.

Islam adalah agama yang komplit bisa menyelesaikan berbagai permasalahan umat dengan terperinci, tegas, tuntas dan jelas.
Pertama, keyakinan keluarga. Terdiri dari keimanan kepada Allah, ibadah, dan hubungan baik dengan-Nya, berbaik sangka kepada-Nya, berpasrah diri, juga memahami makna kebahagiaan dan kesengsaraan hidup dengan benar.

Kedua, pola pengorganisasian keluarga. Seperti keeratan hubungan, kelenturannya, optimasi peran dan tugas anggota keluarga, dan sebagainya.

Ketiga, proses komunikasi. Berupa pengungkapan emosi secara terbuka, kerja sama dalam pemecahan masalah, dan lainnya.

Ketiga hal tersebut tidak hanya dihasilkan oleh keluarga yang menjalankan. Namun butuh sokongan dari suprasistem yaitu negara yang menjalankan peranannya dalam berbagai bidang seperti pendidikan, ekonomi, sosial dan lain-lain. Negara ini lah yang disebut Khilafah Islamiyah yang akan memberikan kesejahteraan kepada masyarakatnya dalam semua urusan termasuk di antaranya perkara keluarga. Wallahu a’lam bi ash-shawab.[]

Oleh: Dhiyaul Haq

Posting Komentar

0 Komentar