Jokowi Sebut Curah Hujan Picu Banjir Kalsel, Pengamat: Ini Menyedihkan



TintaSiyasi.com-- Menanggapi pernyataan Jokowi yang mengatakan tingginya curah hujan yang terjadi hampir selama 10 hari berturut-turut sebagai penyebab banjir Kalimantan Selatan (Kalsel), Pengamat Sosial Politik Iwan Januar menilai hal ini menyedihkan.

"Ini pernyataan yang menyedihkan sebagai seorang kepala negara," tuturnya kepada Tintasiyasi.com, Selasa (19/01/2021).

Menurutnya, tidak perlu ilmu mendalamlah bahkan sejak SD sudah diajarkan penyebab banjir itu diantaranya karena penebangan hutan secara liar dan masif. "Apalagi beliau Sarjana Kehutanan dan pasti punya tim ahli dalam masalah ini. Jadi, bukan kapasitas seorang kepala negara kalau kemudian menyalahkan hujan deras. Banjir dahsyat ini kan baru muncul 50 tahun. Dia sendiri yang bilang seperti itu," ujarnya.

Ia menilai penyebab banjir di Kalsel adalah deforestasi untuk membuka lahan. "Sejak 2001 sekitar 300 ribu hektar hutan di Kalsel hilang akibat perluasan sawit dan pertambangan batu bara. Bahkan Gunung Meratus yang jadi jantung Kalsel sudah dikapling-kapling para pengusaha merangkap elit politik nasional. Ini yang buat runyam persoalan lahan dan hutan di Kalsel," bebernya.

Menurutnya, kapitalisme memang meniscayakan rakusnya pengusaha dalam menguasai lahan. "Siapa saja boleh menguasai apa saja, bahkan lahan yang seharusnya jadi kepentingan umum bisa dikuasai pengusaha. Dalam hal ini, kapitalisme melahirkan persekutuan pengusaha dan penguasa. Baik di level daerah maupun nasional," pungkasnya.[] Achmad Muit

Posting Komentar

0 Komentar