Joe Biden Dilantik, Pengamat Ungkap Kepentingan Besar Polugri AS di Timur Tengah



TintaSiyasi.com-- Menanggapi terpilihnya dan pelantikan Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat (AS), Pengamat Politik Internasional Farid Wadjdi, angkat bicara. Ia mengatakan ada kepentingan besar politik luar negeri (polugri) AS di Timur Tengah.

“Ada tiga kepentingan besar politik luar negeri AS di Timur Tengah. Pertama, menjaga kontrol terhadap sumber energi di Timur Tengah terutama minyak dan gas agar tetap di bawah kendali AS,” tuturnya dalam acara Biden Dilantik, Bagaimana Dunia Islam? Kamis (21/01/2021) di YouTube News Khilafah.

Ia mengatakan, pertama, menjaga kontrol terhadap sumber energi di Timur Tengah terutama minyak dan gas agar tetap dibawah kendali AS. Kedua, mempertahankan eksistensi penjajah Yahudi di Timur Tengah. Ketiga, mencegah munculnya kekuatan politik Islam yang dianggap mengancam eksistensi penjajah Yahudi dan termasuk mengancam sekutu-sekutu AS di Timur Tengah termasuk mengancam kepentingan AS secara umum di Timur Tengah.

“Tiga prinsip ini akan tetap menjadi semacam pedoman bagi politik luar negeri dari AS di Timur Tengah,” tandasnya.

Ia menduga, terkait dengan Suriah AS nampaknya berusaha untuk membangun pemerintah oposisi untuk menggeser Bashar al-Assad. Menurutnya, pemerintahan oposisi yang dikendalikan oleh AS tidak mendapat penerimaan yang luas di tengah masyarakat Suriah. Ia jelaskan, masyarakat sebagian besar justru banyak mendukung kelompok-kelompok Islam yang menginginkan penerapan syariat Islam dan AS hal itu anggap sebagai ancaman. 

“AS membiarkan Rusia masuk ke Suriah yang melakukan pengeboman yang telah menyebabkan kematian rakyat sipil. Itu semua dalam rangka mencegah munculnya kekuatan politik Islam yang menguat di sana yang menginginkan penerapan Islam Kaffah, termasuk ada juga kelompok yang menyuarakan Khilafah Islam. Tampaknya kebijakan ini akan tetap dilanjutkan oleh Biden karena bagi AS munculnya kekuatan politik Islam berarti mengancam kepentingan mereka di Timur Tengah,” tegasnya.

Menurutnya, Biden tidak jauh beda dengan Trump yang akan memperlemah kebangkitan dan kekuatan politik Islam di Timur Tengah. "Ke depan sikap Joe Biden dan Donald Trump tidak akan berubah mereka semakin berupaya memperlemah kekuatan-kekuatan politik Islam dengan menggunakan kekuatan-kekuatan regional di Suriah baik itu dari Turki maupun negara-negara Teluk," pungkasnya.[] Alfia Purwanti

Posting Komentar

0 Komentar