Hari-hari ke Depan adalah Hari-hari Benturan Ideologi


Lewat SKB 6 menteri diputuskan larangan kegiatan, penggunaan simbol dan atribut serta penghentian kegiatan eF-pe-i.

Rezim sepertinya mencari celah untuk melakukan kezaliman pada eF-pe-i di tengah menggantungnya SKT eF-pe-i dan ditahannya Ha-er-es.

Secara politis, hal ini diduga kuat sebagai upaya untuk menghabisi kelompok kritis  terhadap rezim zalim.

Seperti kita tahu bahwa hampir sebagian besar kekuatan parpol dalam tubuh parlemen telah tunduk melalui pendekatan halus dengan semangat "gotong royong" memakan kue kekuasaan.

Dan eF-pe-i dengan gerakan 212-nya adalah salah satu kelompok kritis yang tersisa.

Secara ideologis, hal ini diduga kuat sebagai upaya untuk semakin meminggirkan kekuatan Islam dan memperkuat arah Indonesia semakin sekuler radikal dan kapitalistik.

Rezim dzalim menginginkan Islam yang sebatas inspirasi bukan aspirasi, Islam yang terpisah dari politik, Islam yang cukup duduk manis "berdzikir" tanpa kritik pada kekuasaan zalim. Inilah sekulerisme yang memang diinginkan oleh kekuasaan dzalim pro kapitalis.

Seperti kita tahu rezim zalim ini telah menumpuk utang luar negeri untuk Indonesia sampai menyentuh 6000 trilyun. Legalnya UU Omnibus Law sebagai karpet merah investasi asing adalah karya rezim zalim. Hal ini menyebabkan Indonesia semakin rapuh dan terjerembab dalam kubangan lumpur kapitalisme.

Mungkin rezim zalim ini mainnya kurang jauh. Banyak pihak sudah jengah dengan evolusi kapitalisme yang tak mampu membangun pemerataan kemakmuran dan menimbulkan kerusakan lingkungan, sosial dan tata kelola. Dan saat ini tren global sedang mengarah pada perubahan sistem dengan meninggalkan kapitalisme yang merusak ini. Tetapi anehnya rezim zalim terus menggunakan kaca mata kuda kapitalisme.

Masa depan hanya untuk mereka yang inovatif menawarkan sistem baru pengganti kapitalisme. Dan sistem baru itu ada pada Islam dengan energi syariah dan khilafah nya. Sistem inilah yang akan jadi leader di masa depan.

Hari-hari ke depan adalah hari-hari benturan ideologi. Antara sekuler kapitalisme yamg saat ini diusung oleh rezim zalim dengan Islam yang diemban oleh leader-leader masa depan dan para negarawan sejati.

Terus melawan
Terus berjuang
Bertarung intelektual
Tanpa kekerasan

Oleh: Agung Wisnuwardana

Posting Komentar

1 Komentar

  1. benturan ideologi biasanya hanya untuk "drama", yang penting secara ekonomi dikuasai dengan paksa/sukarela dan pada akhirnya hukum yg menyesuaikan.

    BalasHapus