Generasi Rusak, Pengamat Sosial Politik Tegaskan Keluarga Benteng Terakhir Kaum Muslimin



TintaSiyasi.com-- Menanggapi berbagai kerusakan yang menimpa generasi muda saat ini, Pengamat Sosial Politik Iwan Januar mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai benteng terakhir bagi kaum Muslimin.

“Mengapa peran keluarga menjadi sangat vital, sangat penting. Kerena keluarga adalah benteng terakhir bagi kaum Muslimin,” tuturnya dalam acara Muhasabah Akhir Tahun untuk Indonesia Berkah di kanal YouTube Sultan Channel, Rabu (30/12/2020).

Menurutnya, di lingkungan sosial, ekonomi, politik dan pendidikan saat ini tidak dapat melindungi keluarga kaum Muslimin. "Maka harusnya keluarga, ada ayah ada ibu yang saling melindungi dan bisa memberikan penjagaan pada anak-anaknya," jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa sebanyak 90 persen pelajar di Depok sudah pernah melakukan hubungan di luar nikah, tingginya angka pelacuran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, tawuran di kalangan remaja. Bahkan sampai tingkat anak SD pun, katanya, sudah mengalami krisis sosial dan moral. “Mudah-mudahan angka ini tidak tepat, tidak betul. Karena kalo betul ini adalah pukulan yang sangat berat untuk keluarga-keluarga muslim dan untuk perkembangan satu bangsa,” ungkapnya.

“Oleh karenanya, menjadi hal yang sangat urgen, bahkan sudah menjadi perkara yang sangat darurat bagi kita menyelamatkan keluarga-keluarga kaum Muslimin,” lanjutnya.

Bahkan menurutnya, keluarga merupakan benteng terakhir dari sanalah kemudian lahir generasi-generasi yang kuat. 

Ia mencontohkan tekad seorang Shohabiyah Ummu Salamah yang menitipkan anaknya Anas Bin Malik kepada Rasulullah untuk menjadi Khadim membantu kehidupan Rasulullah SAW, hingga hari ini dikenal sebagai salah seorang sahabat yang banyak meriwayatkan hadis.

“Lalu juga bagaimana Sultan Muhammad Al-fatih bisa menaklukan konstantinopel. Kita tentu terpukau dengan guru-guru beliau yaitu Imam Akh syamsudin yang menjadi mentor dan guru bagi Muhammad al-Fatih di waktu muda, tapi juga kita harus melihat siapa yg kemudian memiliki rencana seperti itu adalah ayahnya yaitu Sultan Murad II dan ibunya. Keduanyalah orang tua kemudian telah merancang pendidikan bahkan telah memberikan visi kepada anaknya agar menjadi penakluk Konstantinopel,” pungkasnya.[] Aprilia Soga

Posting Komentar

0 Komentar