Dosol Uniol 4.0 Diponorogo: Haram Kekayaan Alam Diberikan Kepada Swasta dan Negara Kapitalis




TintaSiyasi.com-- Menanggapi buruknya sistem kelola negara akibat dari kapitalisme, Dosol (Dosen Online) Uniol 4.0 Diponorogo dan Analis Politik Islam, Achmad Mu'it, menegaskan haramnya kekayaan alam diberikan untuk swasta maupun negara Kapitalis.

"Kekayaan alam seperti barang tambang yang melimpah, haram diberikan kepada individu, swasta, apalagi negara-negara kapitalis liberal," tuturnya dalam Kuliah Online di WAG Uniol 4.0 Diponorogo, Sabtu (02/01/2021).

Menurutnya, negara yang berdasarkan syariah Islam akan menjamin kekayaan alam yang merupakan milik rakyat samata-mata untuk kepentingan rakyat.

"Air, hutan, padang rumput, listrik dan  sektor-sektor strategis lain berbahaya kalau dikuasai oleh individu karena rakyat membutuhkannya bersama-sama. Negara wajib mengelola semua kekayaan itu dengan baik untuk kepentingan rakyat," ujarnya.

Menurutnya, kebijakan syariah ini akan sekaligus menghentikan penjajahan ekonomi dari negara-negara imperialisme yang masuk untuk menguasai kekayaan alam negeri Islam, termasuk Indonesia.

"Berdasarkan syariah, negara menggerakkan ekonomi riil. Ekonomi wajib bebas riba yang selama ini mengancam perekonomian. Negara haram meminjam utang yang mengandung riba dan menjadi jalan negara-negara lain untuk menguasai negeri-negeri Islam," tandasnya.

Oleh karena itu, ia menegaskan, dengan potensi ideologis dan faktor-faktor penunjang yang luar biasa seperti jumlah penduduk, letak strategis geografis, kekayaan alam yang melimpah, dan SDM yang handal, Daulah Khilafah Islamiyah jelas akan menjadi sebuah negara adidaya yang sangat kuat.

"Di sinilah letak pentingnya kaum Muslim menegakkan daulah Khilafah Islamiyah," pungkasnya.[] Amah Muna

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Pengelolaan oleh negara atau swasta kalau difokuskan untuk berkontribusi ke negara tentunya memungkinkan.

    Sesuai penjelasan diatas berarti pengelolaan sumber daya difokuskan dikelola oleh negara. benturannya tentunya ketemu manusia yg kaya kikir dan berkeluh kesah punya label kapitalis.
    Diatasi dengan manusiawi, dengan kesadaran? seperti Rasul menyadarkan sahabat-sahabatnya yg kaya.
    atau tidak manusiawi, dibunuh habis seperti praktek komunisme diawal perjuangan?

    BalasHapus