Demokrasi Menghasilkan Manusia Tanpa Akhlak


Jakarta, IDN Times - Tagar Madam Bansos menjadi salah satu trending topic Twitter pada Kamis (21/1/2021) malam. Madam Bansos disebut-sebut sebagai petinggi PDI Perjuangan yang diduga menerima bagian terkait kasus suap bansos. Warganet juga penasaran siapa yang dimaksud Madam Bansos itu.

Menanggapi kabar tersebut, Plt Jubir Bidang Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan, pihaknya bakal mendalami siapa yang disebut Madam Bansos itu. "Segala informasi berkembang yang kami terima termasuk dari media yang ada hubungan dengan perkara yang sedang dilakukan penyidikan ini, pada prinsipnya tentu akan dikembangkan lebih lanjut dengan mengkonfirmasi kepada para saksi," kata Ali kepada IDN Times, Kamis (21/1/2021).

Begitu mudah mereka melakukan korupsi walaupun itu diperuntukan untuk kepentingan bencana yang seharusnya tidak ada pengurangan sedikitpun. Dana bantuan yang disalurkan ke masyarakat sejatinya berasal dari rakyat, sedangkan pemerintah hanya memiliki hak untuk menyalurkan tanpa memungut upah atau mengurangi nilai bantuan tersebut. Hal ini dikarenakan mereka telah digaji oleh rakyat untuk mengurusi semua urusan rakyat.

Untuk mencapai kekuasaan, tak sedikit mahar politik yang harus dikeluarkan para elit politik. Tak ayal, orientasi utamanya setelah mendapatkan jabatan adalah mengembalikan "modal" yang telah dikeluarkan. Mereka menghalalkan segala cara untuk mengembalikannya, tanpa berpikir itu merugikan orang lain atau pun merugikan negara. Siapapun bisa berkuasa jika mereka memiliki dana yang cukup banyak dalam meraih kedudukan, tak perlu menjadi orang cerdas dan menguasai politik. Cukup memiliki relasi dan dana, maka sudah bisa mencalonkan diri.

Dalam sistem demokrasi, tidak mengenal halal dan haram. Mereka hanya mengenal bagaimana cara untuk berkuasa dan pada akhirnya menghasilkan orang-orang yang cacat mental. Kondisi seperti ini bukan tidak disadari oleh rakyat, akan tetapi sudah menjadi pemakluman di tengah-tengah masyarakat jika ingin berkuasa maka harus memiliki modal banyak. Sejatinya masyarakat sudah merasa bosan dengan apa yang dilakukan oleh para elit politik kita saat ini tapi apa daya mereka tidak memiliki solusi.

Semua yang terjadi di negeri ini tidak lepas dari jauhnya masyarakat saat ini dari Islam sehingga mereka harus menanggung banyaknya kerusakan dan kerugian yang disebabkan oleh segelintir orang yang rakus akan sebuah kekuasaan. Hal ini akan terus berlanjut jika masyarakat tidak disadarkan bahwa sistem Demokrasi ini penyebab rusaknya akhlaq dari para elit politik, karena orientasi pada manfaat dan materi.

Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS. Ar-Ra'd Ayat 11).

Islam dengan seperangkat aturannya, telah memberikan pengaturan dalam seluruh aspek kehidupan. Pemimpin atau penguasa yang amanah, akan berorientasi pada akhirat. Kesadaran bahwa apa yang dilakukan akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Islam dengan sistem Khilafah, merupakan sistem yang tak hanya mengahasilkan pemimpin yang amanah, namun juga masyarakat dan individu yag bertakwa.

Selain itu, ketika ada pelanggan terhadap syari'at Islam, ada seperangkat hukum yang akan diterapkan secara tegas dan adil. Inilah gambaran Islam yang tak ganya mengatur masalah ibadah saja. Lebih dari itu, Islam memiliki pengaturan yang sempurna karena berasal dari Allah SWT, sang Khaliq. Tidakkah merindukan sistem yang akan membawa pada rahmatan lil'alamiin? Wallahu a'lam.[]

Oleh: Lutfiatul Khasanah

Posting Komentar

0 Komentar