Dalam Islam Nyawa Nakes tak akan Jadi Taruhan



Sebagai garda terdepan dalam penanganan wabah Covid-19, seorang tenaga kesehatan memang beresiko tinggi tertular virus corona, sebab bersentuhan langsung dengan pasien. Mirisnya, tenaga kesehatan tidak dibekali dengan perlengkapan dan fasilitas yang memadai.
Penggunaan APD sesuai SOP, nyatanya tidak bisa diterapkan di seluruh negeri. 

Para nakes yang berada di pelosok berteriak kekurangan APD. Hal ini membuat nakes rentan tertular, hingga akhirnya membuat nakes berguguran.
Kondisi seperti ini memang tak lepas dari paradigma sistem pemerintahan saat ini, yaitu sistem kapitalisme sekulerisme. 

Sekulerisme menjadikan negara diatur oleh hukum buatan manusia, yang sangat mengagungkan nilai material & kemanfaatan. Karena sekulerisme memisahkan aturan agama dari kehidupan, sehingga lahirlah pemimpin-pemimpin yang syarat dengan kepentingan. 

Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PBIDI) Adib Khumaidi mengatakan, kematian tenaga medis dan kesehatan di Indonesia tercatat paling tinggi di Asia. (Kompas, 2/1/21). 

Selain itu, Indonesia juga masuk ke dalam lima besar kematian tenaga medis dan kesehatan di seluruh dunia. "Sejak Maret hingga akhir Desember 2020 terdapat total 504 petugas medis dan kesehatan yang wafat akibat terinfeksi Covid-19," ujar Adib dikutip dari siaran pers PB IDI, Sabtu (2/1/2021). 

"Jumlah itu terdiri dari 237 dokter dan 15 dokter gigi, 171 perawat, 64 bidan, 7 apoteker, 10 tenaga laboratorium medis," tuturnya. Angka ini naik lima kali lipat dari awal pandemi.

"Kenaikan ini merupakan salah satu dampak dari akumulasi peningkatan aktivitas dan mobilitas yang terjadi seperti berlibur, Pilkada dan aktivitas berkumpul bersama teman dan keluarga yang tidak serumah," ucap Adib.

Sejumlah kebijakan pemerintah diluncurkan seperti penerapan new normal, dibukanya fasilitas publik, penyelenggarakan Pilkada, yang memang memicu aktivitas dan mobilitas masyarakat, hingga akhirnya kegiatan berkerumun tidak dapat dinafikan.
Ini tidaklah lain karena sistem kapitalisme yang hanya berorientasi pada materi, membuat penguasa berusaha mencari cara agar perekonomian yang tadinya stagnan bisa berjalan kembali, padahal pertarungan melawan Covid-19 sesungguhnya belum usai. Dengan demikian, tingginya angka kematian nakes adalah konsekuensi logis yang tidak bisa dihindari.

Oleh sebab itu kita memang membutuhkan sistem alternatif yang solutif, yang terbukti dapat menangani pandemi dan menyelamatkan nyawa manusia. Sejarah telah membuktikan, hanya sistem Islam yang mampu menanganinya.

Dalam syariat Islam, negara adalah penanggungjawab urusan ummat. Negara dalam sistem Islam akan hadir sebagai institusi periayah—pengurus kebutuhan ummat.

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:
"Seorang imam (pemimpin) adalah ra'in (penggembala) dan dia bertanggungjawab atas gembalaannya (rakyatnya)." - (HR. Bukhari)

Hal ini membuat para penguasa akan senantiasa memberikan hak-hak rakyat dengan pelayanan terbaik. Negara pulalah yang akan melindungi keselamatan jiwa rakyatnya. Oleh karena itu ada atau tidaknya pandemi, bukanlah suatu masalah, sebab keselamatan rakyat adalah prioritas utama. Ini adalah perwujudan dari hifdzu an-nafs (penjagaan nyawa manusia). "Sungguh hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak." - (HR. Nasai, Tirmidzi)

Negara akan menerapkan lockdown, sebagaimana Rasulullah ajarkan. Kemudian negara akan memisahkan orang sehat dan orang sakit agar mata rantai penularan terputus. Selanjutnya ummat akan ditest secara gratis, untuk mengetahui statusnya. Bila terinfeksi, maka akan segera diisolasi dan diberikan pelayanan medis yang berkualitas hingga sembuh. Sedangkan yang sehat tetap dapat melaksanakan aktivitas seperti biasa dengan protokol kesehatan. Dan semua pelayanan kesehatan terjamin oleh negara, diberikan secara gratis. Upaya ini sangat efektif dalam penanganan sebuah wabah. Sehingga negara dan nakes akan fokus pada orang yang sakit.

Adapun perlindungan bagi nakes, negara akan menjamin fasilitas kesehatan yang memadai, APD lengkap, obat-obatan dsb. Nakes pun akan diberikan jam kerja yang manusiawi, serta hanya orang-orang yang berkompeten yang akan bertindak. Inilah bentuk perlindungan negara terhadap penjagaan nyawa manusia. Wallahu a’lam bish shawwab.[]

Oleh: Naely Lutfiyati Margia, Amd.Keb.

Posting Komentar

0 Komentar