Budi Mulyana: Prinsip Demokrasi Memang Sekulerisme



TintaSiyasi.com-- Pengamat Politik Internasional Budi Mulyana S.IP, M.IP menilai sistem pemerintahan demokrasi merupakan sistem bernegara yang berpijak pada prinsip sekulerisme (mengabaikan prinsip agama dalam kehidupan bernegara).

"Maka memang demokrasi ini akan berpijak pada prinsip apa yang disebut dengan sekularisme, artinya ini suatu hal yang tidak bisa dipisahkan antara demokrasi dengan sekularisme," katanya dalam FGD Online #16: The Otoritarian State Tanda Kebangkitan The New Chalipate? Tinjauan Multi Perspektif, Rabu (16/01/2021) di kanal Youtube Pusat Kajian dan Analisis Data.

Ia menjelaskan, sekulernya demokrasi terlihat dari gagasan utamanya mengutamakan kehendak rakyat. Maka lanjut dia, jika dikaitkan dengan gagasan kedaulatan Tuhan semisal sistem Islam dengan khilafahnya akan terlihat perbedaan yang sangat mendasar. "Yang satu, rakyat yang diutamakan yang satu harusnya kehendak dari Allah SWT," jelasnya.

Selanjutnya ia menilai, prinsip demokrasi sekuler berpotensi menjadi sebuah 'tool' (alat) meraih kekuasaan. "Makanya disinilah kemudian akhirnya demokrasi menjadi tool, menjadi alat untuk kemudian mendapatkan kekuasaan tanpa mengindahkan prinsip-prinsip dari agama," tandasnya.

Menurutnya, tidak hanya tool dalam konteks politik lokal oligarki, tetapi demokrasi sekuler menjadi pintu masuk kepentingan kapitalis global. "Bahwa memang demokrasi itu dijadikan sebagai alat untuk pemasukan kepentingan-kepentingan kapitalis global di negara-negara yang mereka tekan untuk membukakan kran demokrasi," tambahnya.

Oleh karena itu, ia memandang, bangsa Indonesia harus memiliki sistem alternatif lain untuk menghadapi demokrasi sekuler yang telah dijadikan 'tool' (alat) kekuasaan dan kepentingan kapitalis ini. "Terlebih dari bangsa kita indonesia yang mayoritas muslim, kita punya alternatif apa dalam konteks mewujudkan cita-cita bersama ini kalau memang demokrasi ini sebagai tools sebagaimana ditunjukkan dalam kancah global," pungkasnya.[] Zainul Krian

Posting Komentar

0 Komentar