Aktivis 98 Nilai Perpres RAN PE Bagian dari Agenda Barat



TintaSiyasi.com-- Aktivis 98 Agung Wisnuwardana menilai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (RAN PE) yang diteken Presiden Jokowi beberapa waktu lalu bagian dari agenda barat.

"Ini sebenarnya adalah bagaian dari kampanye barat. Dan kalau pemerintah di negeri ini melakukan hal yang sama, sebenarnya melaksanakan agenda barat sbenarnya," tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Sabtu (16/1/2021).

Menurutnya, Perpres tersebut merupakan masih bagian dari proyek barat yaitu War on Terrorism dan War on Radicalism. Namun, ia menilai Perpres tentang RAN PE ini lebih cenderung kepada agenda War on Radicalism (perang melawan radikalisme).

"Pertanyaannya kan begini, apa maksud ekstremisme itu? Apa maksud radikalisme itu? Ini yang selalu, yang selama ini diarahkan kepada umat Islam dan cenderung mendiskreditkan umat Islam," imbuhnya.

Ia khawatir, jika Perpres tersebut dijalankan akan membawa dampak adu domba di tengah-tengah masyarakat. Sebagaimana ia ketahui, dalam Perpres tersebut ada bagian, masyarakat bisa melaporkan kepada polisi pihak-pihak yang disinyalir menunjukkan sikap extremisme. 

"Ini yang sangat dikhawatirkan nantinya. Dan ini akan menjadi rumit ketika istilah radikalisme itu sendiri nggak jelas gitu. Sekali lagi ini cenderung diarahkan kepada umat Islam," imbuhnya.


Berpotensi Diarahkan Kepada Umat Islam

Agung mengatakan Perpres tersebut sangat berpotensi diarahkan kepada umat Islam khususnya aktivis dakwah. Mengingat, lanjut dia, selama isu tentang radikalisme selalu diarahkan hanya kepada umat Islam. 

"Dan memunculkan satu hipotesis yang menurut saya sangat ngawur bahwa aktivitas terorisme itu akar dari radikalisme. Bahkan ada yg mengatakan bhwa radikalisme itu lebih berbahaya dari minuman keras misalnya, ini kan sangat parah sekali gitu," sanggahnya.

"Padahal mereka-mereka yang dituduh radikal itu adalah mereka-mereka yang berpegang teguh pada syariah Islam, menginginkan Islam kaffah, menginginkan khilafah," pungkasnya.[] Rasman

Posting Komentar

0 Komentar