Agung Wisnuwardana: Investasi Asing, Jalan untuk Menjajah Suatu Negara


TintaSiyasi.com-- Aktivis 98 Agung Wisnuwardana mengungkapkan, investasi asing merupakan jalan untuk menjajah suatu negara. "Investasi asing bisa membuat umat menderita akibat bencana yang ditimbulkannya, juga merupakan jalan untuk menjajah suatu negara," tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Senin (18/1/2021).

Ia menilai, investasi asing secara ideologi juga sangat berbahaya bagi negara. Menurutnya, akibat investasi asing negeri ini terjebak ke dalam kubangan ideologi kapitalisme yang menjadikan negeri ini akan terus dicengkeram oleh kapitalisme.

"Indonesia negeri yang kaya sumber daya alam, tapi ternyata hidup negeri ini terus mengemis utang dan investasi asing. Modal asing tetap menjadi sumber dana pembangunan yang dipelihara Sukarno, dimanfaatkan habis-habisan oleh orde baru, dan tak berhenti digunakan hingga saat ini," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, rezim di negeri ini tidak menyadari bahwa investasi asing yang masuk tersebut sangat berbahaya bagi keberlangsunngan negeri ini.

"Bahkan berbagai upaya untuk menggalang investasi asing ini sudah sampai level mabuk investasi asing yang menyebabkan rezim saat ini dan para pendukungnya kehilangan akal dan tidak sadarkan diri," ujarnya.

Menurutnya, tidak layak umat Islam negeri ini menjadi bulan-bulanan kapitalisme yang melahirkan neoliberalisme dan neokolonialisme. Ia mempertegas, haram hukumnya memberi peluang bagi investasi asing karena ujungnya akan mencengkeram negeri ini sebagai negara jajahan mereka.

"Abdurrahman al-Maliki dalam Politik Ekonomi Islam mengemukakan, sesungguhnya pendanaan proyek-proyek dengan mengundang investasi asing adalah cara yang paling berbahaya terhadap eksistensi negeri-negeri Islam," bebernya.

Sistem Islam Akhiri Dominasi Kapitalisme

Aktivis 98 itu mengatakan, hanya sistem Islam yang mampu mengakhiri dominasi ideologi kapitalisme yang telah terbukti merusak negeri ini.

Ia menjelaskan, dalam Islam roda perekonomian akan dijalankan secara mandiri dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam dan manusia yang ada sehingga akan diperoleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang rutin dan besar.

Ia menambahkan, dalam Islam mata uang akan diatur dengan basis emas dan perak (dinar dan dirham). Hal itu menurutnya, akan menghilangkan dominasi dolar Amerika Serikat (AS) maupun Yuan negara Cina yang tak berharga.

"Tentu semua hal di atas hanya bisa terlaksana, jika para penguasanya memiliki kemauan kuat untuk membangun kemandirian dan tidak bermental terjajah maupun pecundang. Dan di sinilah khilafah hadir sebagai solusi dengan mental pemenang yang akan membawa Indonesia adidaya," pungkasnya.[] Rasman

Posting Komentar

0 Komentar