Advokat Ini Nilai Perpres Nomor 7 Tahun 2021 Berpotensi Adu Domba Masyarakat



TintaSiyasi.com-- Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (RAN PE) yang diteken Presiden Jokowi beberapa waktu lalu dinilai Advokat Ahmad Khozinudin, S.H., dapat menjadi sarana adu domba antar masyarakat. Seperti yang ia ketahui, dalam Pasal 8 Perpres tersebut, pemerintah daerah dan kementrian terkait sebagai pelaksana dapat melibatkan masyarakat dalam pelaksanannya.

"Jika demikian adanya, maka Perpres ini sejatinya dapat menjadi sarana adu domba masyarakat melalui tindakan lapor polisi," tuturnya kepada TintaSiyasi.com Sabtu (16/1/2021).

Menurut Ahmad, Perpres itu juga berpotensi mengancam persatuan dan persaudaraan masyarakat, serta dapat menimbulkan saling curiga dan syak wasangka di antara masyarakat dan meruntuhkan bangunan kohesi sosial masyarakat. 

"Definisi ekstrimis itu seperti apa? Belum ada nomenklatur UU yang secara rinci mengatur masalah ini. Dampaknya, penerapan label 'ekstrimis' akan sangat subjektif dan tendensius, suka-suka pihak yang menuduh (melaporkan)," sanggahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Perpres ini jika dijalankan nantinya bisa berdampak memecah belah masyarakat serta menambah rumitnya masalah yang dihadapi bangsa Indonesia.

Berpotensi diarahkan ke Umat Islam

Ahmad menilai Perpres Nomor 7 Tahun 2021 tersebut berpotensi arahnya ditujukan kepada umat Islam terutama aktivis dakwah Islam kaffah.

"Ya, tentu saja. Selama ini sejumlah predikat yang tak jelas seperti fundamentalis, radikalis, itu selalu diarahkan kepada umat Islam. Tak terkecuali istilah 'ekstrimis' yang diadopsi dalam Perpres juga diarahkan kepada umat Islam," imbuhnya.

Ia menilai dalam penerapannya nanti bisa saja umat Islam yang taat menjalankan perintah beragama seperti yang menggunakan cadar dan simbol Islam lainnya akan dituduh ekstremis.

"Yang memperjuangkan syariat Islam dituduh ekstrimis. Yang memperjuangkan khilafah dituduh ekstrimis. Yang menginginkan kembali kepada hukum Allah SWT dituduh ekstrimis. Padahal, itu semua ajaran Islam yang berasal dari Allah SWT," pungkasnya.[] Rasman

Posting Komentar

0 Komentar