Ustaz Labib Ungkap Ada Upaya Semakin Menjauhkan Umat Islam dari Agamanya



TintaSiyasi.com-- Menangapi kondisi umat Islam di tahun 2020 yang semakin dipojokan, KH Rokhmat S Labib M.E.I, mengungkapkan bahwa memang ada upaya dari kelompok sekuler untuk semakin menjauhkan umat Islam dari agamanya.

"Saya ingin memberikan satu garis besar bahwa ada upaya semakin menjauhkan Islam dari umat Islam sendiri, kalau pun ada tersisa hanya sekedar perkara ibadah," ujarnya dalam Diskusi Online Media Umat: 2020, Jokowi Rapor Merah?, Ahad, (27/12/2020) di kanal YouTube Media Umat.

Ustaz Labib sapaan akrabnya mengatakan, ada pun Islam sebagai sebuah sistem yang mengatur sendi kehidupan umat baik dalam hal ekonomi, politik, budaya, dan sebagainya ingin disingkirkan. "Saya kira satu hal yang harus di garis bawahi bahwa negara kita ini suka atau tidak, bisa disebut sebagai negara sekuler," uangkapnya.

Menurutnya, meskipun tak ada satu pun istilah sekuler dalam produk Undang-undang yang diterapkan di negeri ini namun pada realitasnya negara ini sekuler. "Apa itu sekuler? Sekuler yaitu memisahkan agama dari kehidupan, memisahkan agama dari negara," tegasnya.

"Jadi, sebenarnya sekali pun tadi saya katakan sebenarnya tak ada dokumen resmi negara yang mengatakan negara ini adalah negara sekuler tapi itulah sebenarnya yang dipraktekkan," paparnya.

Bahkan menurutnya, jika dilihat keadaan sekarang sekuler itu bukan hanya yang memisahkan agama dari kehidupanz namun terjadi sebuah fenomena yang lebih parah yaitu sekuler itu semakin sekuler. Lebih lanjut ia mengatakan, jika umat islam yang semakin kuat keislamanannya disebut radikal, maka orang sekuler yang semakin sekuler juga bisa disebut dengan sekuler radikal.

Ia mengatakan, walaupun ada yang beranggapan bahwa di negeri ini ada departemen agama. Namun menurutnya, justru keberadaan departemen agama menunjukan secara jelas bahwa negara ini adalah negara sekuler.

"Dalam inilah sebenarnya yang ditegaskan, saya kira dalam catatan kita apa yg dikatakan Kepala BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) yang baru Prof. Dr. Yudian Wahyudi. Dikatakan pada bulan Februari 2020. Dia mengatakan bahwa umat Islam (umat beragama) harus menggeser kita suci ke kitab konstitusi. Bahkan dia mengatakan, saya menghimbau kepada orang Islam mulai bergeser dari kitab suci ke konstitusi," jelasnya.

"Ini yang kalau kita lihat sekarang terjadi. Oleh karena itu, kita lihat kebijakan-kebijakan berikutnya itu tidak jauh dari sini," tambahnya.

Ia memberikan contoh sertifikasi dai yang diwacanakan oleh pemerintah, walaupun belum terealisai seperti yang diinginkan, namun sudah jelas arahnya dan tujuannya yaitu untuk menyaring dai yang berpaham radikal dalam pandangan mereka.

"Maka ada tindakan-tindakan mulai dari yang disebut seperti sertifikasi dai, kemudian juga perubahan materi kurikulum, materi jihad, misalnya dihilangkan. Jadi dihilangkan, karena materi perang-perang ini dianggap mengajarkan radikalisme. Jadi segala upaya yang bisa mendekatkan umat Islam ini secara kaffah dipersoalkan," pungkasnya.[] Rasman

Posting Komentar

0 Komentar