Ulama Ini Sebut Tak Hanya Pemimpin Muslim, Sistemnya Juga Harus Islam



TintaSiyasi.com-- Memaknai muhasabah dan ukhuwah untuk menyatukan langkah umat, Ulama Nasional KH Rokhmat S. Labib menyebut bahwa tak hanya pemimpin Muslim, sistemnya juga harus Islam. 

"Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, butuh tak hanya pemimpin muslim tetapi sistemnya juga harus Islam. Jika umat telah sepakat pemimpin harus muslim, ternyata dalam Al Qur'an tidak cukup pemimpinnya muslim, tapi juga sistemnya harus Islam," tuturnya dalam Reuni Akbar 212 Muhasabah dan Ukhuwah untuk Menyatukan Langkah Umat "A Moment to Remind" di Youtube Rayah TV, Rabu (2/12/2020). 

Ulama yang akrab disapa Ustaz Labib memaparkan, perihal pemimpin Muslim itu ada dalam surat Al Maaidah ayat 51, jika diundurkan satu ayat lagi, akan ditemukan firman Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 50, "apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?," tegasnya.

Ia menjelaskan, jika melihat urutan ayat dalam surat Al Maidah, selain memilih pemimpin Muslim, seharusnya umat juga memikirkan agar hukum yang mengatur kehidupan juga berasal dari Islam. "Justru kalau kita lihat urutan ayat ini, sebelum bicara orang yaitu pemimpin harus Muslim, yang ditata dulu adalah hukumnya," ujarnya. 

Ia menjelaskan, dalam ayat ini disebutkan bahwa hukum itu ada dua jenis, yaitu hukum jahiliyah dan hukum dari Allah. "Maknanya kalau dia bukan hukum Allah, pasti hukum jahiliyah. Ayat ini tidak menyuruh untuk pilih hukum ini itu. Tidak! Kalimat tanya di situ bukan untuk mengetahui. Tapi, menegaskan bahwa tidak ada hukum yang lebih baik daripada hukum Allah," bebernya. 

Menurutnya, umat Islam harusnya menuntut penerapan hukum Allah. Terlebih jika dimundurkan satu ayat lagi, dalam surat Al Maaidah ayat 49. 

"Di situ lebih tegas lagi. Allah berfirman, dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka," terangnya.

Selanjutnya, ia mengimbau agar umat Islam kembali pada jati diri sebagai Muslim, sebagai Mukmin. 

"Yang beriman kepada Al Qur'an yang sama, Rasul yang sama, kiblat yang sama. Dan ini semua akan bisa mewujud dalam kehidupan ketika umat berada dalam satu naungan, daulatan wahidatan," katanya.

Di akhir tausiyah, ia berpesan agar umat Islam terus menolong agama Allah. Karena menurutnya, sesungguhnya pertolongan Allah hanya akan diberikan kepada yang menolong agama-Nya.

"Dan ini hanya terjadi ketika kita memperjuangkan Islam secara kaffah dalam naungan khilafah. Dan pada saat yang sama, kita berada dalam satu perjuangan atas dasar ukhuwah Islam," pungkasnya.[] Puspita Satyawati

Posting Komentar

0 Komentar