Tetaplah Semangat dalam Berdakwah



Sekarang ini banyak kasus-kasus kejahatan, sampai-sampai beritanya tersebar lewat media online seperti Facebook, Instagram, Twitter dan media cetak seperti koran. Menyeramkan, pelakunya tidak memandang usia, bisa anak muda maupun orang tua dan kasus-kasus kejahatannya pun beraneka ragam, mulai kasus pencurian, pemerkosaan, perampokan dan bahkan kasus pembunuhan pula.

Apakah kita tahu mengapa mereka bisa melakukan semua kemaksiatan itu? Jadi mungkin saja mereka itu: Pertama, jauh dengan Sang Pencipta yang menciptakannya yaitu Allah SWT. Kedua, minimnya atau sedikitnya ilmu Islam yang dipelajarinya sehingga mereka tidak tahu mana yang dibolehkan dan dilarang oleh Allah  SWT. Ketiga, tidak ada orang yang melarang mereka untuk melakukan perbuatan itu. Maksudnya, mereka tidak dipedulikan baik oleh keluarga dan lingkungannya.

Oleh karena itu, penting harus ada pasukan pemberantas kemaksiatan yang selalu ber-amar makruf nahi munkar. Bagaimana caranya? Caranya gampang tanpa pertumpahan darah yaitu dengan dakwah seperti yang Nabi Muhammad SAW lakukan yaitu menyeru kebaikan dan mencegah kemungkaran (amar makruf nahi munkar). 

Tapi, untuk berdakwah pun kita butuh kesabaran yang extra karena berdakwah itu penuh lika-likunya baik susah maupun senang. Tak semua orang mau menerima dakwah kita dan menjadi baik. Terkadang mereka menolak dengan mencaci kita karena gengsi atau dihasut oleh setan.

Ketahuilah, dakwah adalah jalan yang tak semudah sentuhan mata. Tentu akan sulit sekali, seperti berjalan di jalan yang terjal, penuh bebatuan. Namun, bukan berarti kita harus menolak menjadi pendakwah, bukan ya teman. Dalam sebuah hadis diriwayatkan sebagai berikut. “Jika ada suatu kaum berbuat maksiat, sementara di antara mereka ada orang yang mampu mencegahnya, tetapi tidak mau melakukannya, maka Allah SWT akan menurunkan azab kepada mereka semua sebelum mereka meninggal.” (HR Abu Dawud).

Dengan adanya hadis di atas, mengharuskan kita untuk menyampaikan kebenaran dan mencegah keburukan. Jadi, ketika kita tidak bermaksiat tetapi tetangga kita bermaksiat seharusnya kita menasihatinya. Seandainya ditolak bahkan dihina, ya tak apalah karena kita harus paham tujuan kita mendakwahkan mereka karena ingin diridhai dan dicintai oleh Allah SWT semata. Maka, tetaplah semangat dalam berdakwah.

Kita tidak butuh penilaian dari manusia, yang kita butuhkan adalah penilaian dari Allah SWT. Namun, jangan hanya bisa menasihati saja, kita juga harus memperbaiki diri dan perbanyak ilmu Islam, tak lupa dalam pelaksanaannya harus selalu mengikuti perintah dan menjauhi larangan Allah SWT.

Semoga kita masih beriman hingga sepanjang masa dan semoga kita semakin paham kita hidup di dunia untuk mencari pahala dan ridha Allah. Maka dari itu, yuk berlomba dalam kebaikan. []


Oleh: Azizah Nur Fadhilah, Santri Pondok Pesantren Darul Bayan Sumedang

Posting Komentar

0 Komentar