Terungkap! RUU Keamanan Bukti Kepanikan dan Gagalnya Demokrasi di Prancis




TintaSiyasi.com-- Menanggapi polemik RUU Keamanan di Prancis, Pengamat Politik Internasional Umar Syarifudin mengungkapkan bahwa hal itu bukti rezim Prancis panik, kegagalan sekulerisme dan demokrasi di Prancis.

"Tindakan kontradiktif hadirnya RUU Keamanan yang dilakukan pemerintah Perancis ini mengungkapkan kegagalan sekularisme dan demokrasi. Dan jelas menunjukkan bahwa mereka benar-benar panik akan munculnya perlawanan dari rakyatnya," tuturnya kepada Tintasiyasi.com, Rabu (02/12/2020).

Menurutnya, demokrasi terus menjadi alasan bagi dilakukannya intervensi politik negara barat bahkan oleh militer di Prancis. "Padahal kondisi dalam negeri di Prancis, Amerika Serikat dan Inggris serta, Jerman dan Italia semuanya mendapatkan hasil dari racun demokrasi, tetapi negara-negara Barat terus menyebarkan sistem pemerintahan yang represif, polisional dan korup ini. Demokrasi terus mengalami kemunduran," ungkapnya.

Ia menilai RUU Keamanan adalah turunan masalah dari permasalahan mendasar dalam demokrasi yang tidak hanya terbatas di Prancis, namun juga di seluruh dunia barat lainnya baik di Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Italia, Spanyol atau tempat lahirnya peradaban Barat. "Rezim terasa otoriter termasuk bagi setiap perbedaan dengan rezim dan publik tahu bahwa kebohongan adalah sebuah solusi demokrasi," ungkapnya.

Ia melihat dari masa ke masa, setiap waktu publik "dibius" mantra demokrasi adalah jawaban atas semua kerusakan dan otoritarianisme yang dirasakan masyarakat Prancis. "Pada dua dekade terakhir, kita telah melihat bagaimana Barat mengirim generasi mudanya untuk berperang di Irak dan Afghanistan untuk menyebarkan demokrasi, sementara di negerinya sendiri rakyatnya mengucilkan politik dalam demokrasi," jelasnya


Islam Solusi Masalah di Prancis

Karena demokrasi terbukti gagal, ia menjelaskan, sistem Islam mampu menjadi solusi atas kejadian yang menimpa umat Islam di Prancis. "Jika bicara solusi, Allah telah menjelaskan bahwa hanya Islamlah sistem yang bisa menawarkan kehidupan kepada umat manusia," ujarnya.

Ia menilai hanya Islamlah yang bisa membawa manusia menuju cahaya, sementara sistem selain Islam justru mengeluarkan manusia dari cahaya menuju kegelapan. Allah SWT menegaskan hal itu di dalam firman-Nya:

اللهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) menuju cahaya (iman). dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya menuju kegelapan (kekafiran). (QS. al-Baqarah [2]: 257)

"Itu artinya hanya sistem Islamlah yang bisa menjamin terwujudnya perubahan dan kehidupan yang baik dan diridhai oleh Alllah SWT. Sistem Islam datang dari Pencipta manusia yang paling mengetahui hakikat manusia, apa yang baik dan tidak baik, yang bermanfaat dan madarat bagi manusia," pungkasnya.[] Achmad Mu'it

Posting Komentar

0 Komentar