Pengamat Politik Internasional: Kebijakan Calling Visa Timbulkan Anggapan Indonesia Akui Eksistensi Israel

Budi Mulyana, Pengamat Politik Internasional


TintaSiyasi.com-- Kebijakan calling visa untuk Israel yang akan dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia mendapat tanggapan dari Pengamat Politik Internasional Budi Mulyana. Ia menilai kebijakan itu dapat menimbulkan anggapan bahwa Indonesia mengakui eksistensi Israel secara de jure.

"Problem-nya adalah ketika Indonesia me-mention Israel dalam calling visa, menimbulkan anggapan secara de jure Indonesia mengakui eksistensi Israel," tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Selasa (1/12/2020).

Beliau mengungkapkan, kebijakan calling visa untuk negara tertentu bukan kebijakan baru, karena telah diatur Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor: M.HH-01.GR.01.06 Tahun 2012. "Dan Israel sudah tercantum sebagai salah satu negara yang disebut dalam peraturan tersebut," ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa kebijakan calling visa untuk Israel itu bertolak belakang prinsip/statement Indonesia tidak akan mengakui eksistensi Israel selama masih melakukan penjajahan kepada Palestina.

"Saya menduga bahwa memang selama ini hubungan dengan Israel telah terjalin. Karena dengan adanya calling visa ini memberikan sinyal kepada warga negara Israel bahwa mereka dapat masuk ke Indonesia secara resmi, melalui proses pengajuan visa," ujarnya.

Ia menilai bahwa kebijakan calling Visa untuk Israel menunjukkan Indonesia bersikap pragmatis, karena telah memberikan ruang warga Israel untuk datang ke Indonesia, dengan alasan apapun.

"Namun Indonesia tetap ingin dianggap menunjukkan solidaritasnya kepada perjuangan bangsa Palestina. Dan itulah realitas politik luar negeri Indonesia, bebas aktif namun pragmatis," pungkasnya.[] Rasman

Posting Komentar

0 Komentar