Tanggapi Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Aktivis Ini Nilai Pemerintah Gagal Lindungi Rakyat


TintaSiyasi.com-- Kisah pilu yang dialami seorang ibu berinisial NA (32) di Kota Bekasi, karena anaknya (2 tahun) meninggal dalam pangkuannya saat diajak mengemis di Bekasi, mendapat tanggapan berbagai pihak. Aktivis Muslimah, Liza Burhan menyebut itu sebagai bukti nyata kegagalan pemerintah dalam demokrasi melindungi dan menyejahterakan rakyat.

"Inilah potret abai dan gagalnya pemerintahan dalam sistem demokrasi melindungi dan mensejahterakan rakyatnya yang berada di bawah garis kemiskinan," ungkapnya kepada TintaSiyasi.com, Kamis (3/12/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan, peristiwa semacam itu juga merupakan bentuk kedustaan dari apa yang diamanatkan dalam UUD 1945 yaitu fakir miskin, anak terlantar dipelihara dan lindungi oleh negara. Namun faktanya menurutnya, negara malah lebih cenderung melindungi dan menyejahterakan para kapitalis.

"Maka jadilah yang tampak sekarang adalah yang kaya makin kaya, yang susah semakin merana karena tidak diperhatikan oleh negara," ungkapnya.

Ia mengatakan harapannya, agar banyaknya kejadian tragis dan memilukan seperti itu bisa membuka mata dam fikiran masyarakat bahwa sistem kapitalis-demokrasi sudah tidak layak dipertahankan, karena telah gagal melindungi dan mensejahterakan rakyat

Ia mengajak, agar masyarakat segera meninggalkan sistem kapitalis-demokrasi dan mau menerapkan sistem Islam yang telah terbukti mampu mensejahterakan dan melindungi rakyat selama kurang lebih tiga belas abad lamanya.

"Sehingga tidak perlu lagi ditemui warga negara yang terlantar dan mengemis di jalanan. Bahkan sampai harus meregang nyawa akibat karena kemiskinan yang menimpanya," pungkasnya. [] Rasman

Posting Komentar

0 Komentar