Suara Mahasiswa: Antara Idealisme dan Pragmatisme



Menjadi mahasiswa tentunya sangat istimewa, selain sebagai penggerak perubahan sebagaimana telah dilakukan di era 1998, mahasiswa juga menjadi corong terdepan dalam terciptanya tatanan masyarakat yang lebih baik. Karena semangat mudanya, idenya, dan kekompakannya dalam membela kebenaran.

Namun, apa kabar mahasiswa sekarang, yang hidup di era milenial, praktis dan dunia hanya diujung jari? Masihkah semangat dalam memperjuangkan hak-hak rakyat? Atau hanya bisa diam karena dibungkam dengan segala kebijakan?

Ada beberapa penjelasan penting dalam acara Milenial Ngaji Islam Ideologis yang dilaksanakan oleh Back to Muslim Identity pada hari Sabtu, 5 Desember 2020 dari jam 12.30-14.30 WIB ini. 

Tantangan Mahasiswa saat ini adalah mereka harus mengetahui tentang :

Pertama. Opini leader (apa yang akan diusung oleh mahasiswa?) Jadi meraka yang hanya memiliki idealisme prakmatis akan fokus berjuang jika ada ancaman pada demokrasi, padahal yang harus dilakukan mahasiswa adalah mengetahui bahwa demokrasi inilah sebenarnya ide yang rusak dari asal usulnya.

Kedua. Person leader (siapa sosok dibalik penggerak mahasiswa?) Mahasiswa harus tau siapa orang di balik pergerakan mahasiswa, harus tau ide apa yang dibawa. dan pasti ada pelopor yang melatarbelakangi pergerakan mahasiswa.

Ketiga. Organisation Leader
Kurang lebih begitu yang disampaikan oleh Ustadzah Asri Supatmiati (Jurnalis Radar Bogor dan Pimred Muslimahtimes). Acara MNII ini dihadiri kurang lebih 200 aktivis muslimah dari berbagai kampus di Indonesia secara daring menggunakan Zoom Meeting.

Mengutip dari pendapat Zakiana Fadhila Matondang perwakilan dari pers mahasiswa Universitas Pasundan mengungkapkan: "Tujuan dari adanya pers adalah memberikan informasi secara independen. Namun, secara faktanya hari ini banyak sekali dari para jurnalis ketakutan karena tulisan mereka jika tak selaras dengan kemauan perusahaan. Masih sangat minim sekali media yang mau menerima tulisan tentang Islam."

Idealisme Hakiki

Peran mahasiswa dalam memperjuangkan Idealisme tentu sangat diperlukan. Namun yang perlu diperhatikan adalah idealisme yang hakiki bukan yang pragmatis. Yakni idealisme untuk memperjuangkan ideologi Islam demi tegaknya peradaban mulia, selalu sensitif pada isu yang berkaitan dengan keummatan. Sehingga mahasiswa selalu mempunyai peranan yang produkti di segala mimbar perjuangannya (baik dunia nyata maupun dunia maya).


Oleh: Husnul Kh
(Pegiat Dakwah Sosmed & Mahasiswa Madura)

Posting Komentar

0 Komentar