Sejarawan Moeflich Hasbullah Ungkap Kunci Berkumpulnya Jutaan Massa 212



TintaSiyasi.com-- Menyoal momen Dua Desember 2016 yang biasa disebut 212, Sejarawan Drs. Moeflich Hasbullah, MA mengungkapkan kunci jutaan massa 212 dapat berkumpul di satu tempat, karena ikatan yang tumbuh dari akidah Islam .

"Jadi, jutaan orang berkumpul hanya ketulusan atas nama agama yaitu akidah (Islam), membela Al Qur'an ya sudah semua orang bisa bersatu di situ, jadi bisa bersatu dengan ketulusan dan keikhlasn itu, selama masih membawa nama kelompok organisasi tidak akan pernah tercipta," tuturnya dalam Reuni Akbar 212 Muhasabah dan Ukhuwah untuk Menyatukan Langkah Umat "A Moment to Remind" di Youtube Rayah TV, Rabu (2/12/2020).

Menurutnya, akidah Islam dapat menyatukan dan menghilangkan sekat-sekat antar nama kelompok, partai, atau organisasi. "Tetapi ada satu kata kunci di situ mengapa jutaan orang bisa bersatu dalam satu komunitas yang sangat besar, karena di situ hilangnya pengelompokan, jadi ukhuwah Islamiyyah itu hanya akan bisa tercipta dengan menghilangkan ego kelompok, parpol (partai politik), ormas (organisasi masyarakat), dan sebagainya, akhirnya kan menjadi sebuah persatuan," bebernya.

Ia mengatakan, ukhuwah Islamiyyah yang tercipta luar biasa dan harus disyukuri. Ia menegaskan, adanya common enemy (musuh bersama) juga mampu mendorong umat untuk bersatu. Pada saat 212, ia paparkan bawah musuh bersama itu adalah penghina agama.

"Kesininya belum pernah lagi saya melihat ada jutaan orang bertemu dalam satu tempat, berkoordinasi di situ untuk meng-goal-kan tujuan tertentu gitu lah, itu luar biasa, itu kesannya sungguh luar biasa," tambahnya.

Selanjutnya ia menguraikan, momen 212 sebenarnya harus disyukuri sebagai prestasi sosial ukhuwah Islamiyyah yang luar biasa. "Apalagi itu yang kedua adalah sebuah gerakan moral yang tulus, gerakan yang tulus itu akan menghadirkan ketulusan, dan yang menggerakkkannya itu hanyalah Allah melalui hati hati manusia yang mengundang keberkahan," tutupnya. [] Ika Mawarningtyas

Posting Komentar

0 Komentar