Rencana Penghapusan Premium, Kado Pahit di Tahun 2021



Tahun baru, resolusi baru. Di tahun baru, kita tentu berharap akan menjalani kehidupan yang lebih baik. Namun, sayangnya dikabarkan Pemerintah berencana akan menghapus BBM jenis Premium. Tentunya akan menjadi kado pahit bagi rakyat di tahun 2021. Penghapusan dimulai di pulau Jawa, Madura dan Bali (Jamali). Hal itu disampaikan MR. Karliansyah, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dalam sebuah diskusi tentang BBM ramah lingkungan di akun YouTube YLKI ID, Jumat (13/11/2020), CNBC Indonesia (16/11/2020)

Faktor lingkungan menjadi alasan penghapusan Premium ini. Menurut Pjs VP Corporate Communication Pertamina, Heppy Wulansari, Pertamina berkomitmen mendorong penggunaan BBM dengan RON lebih tinggi, karena selain baik bagi lingkungan juga akan berdampak positif untuk mesin kendaraan dan udara yang lebih bersih. Tentunya rakyat berharap rencana ini urung dibatalkan seperti beberapa tahun yang lalu. Hal ini karena Premium harganya lebih murah sehingga dapat dijangkau masyarakat. Jika premium dihapus, maka rakyat harus membeli BBM Pertamax yang jauh lebih mahal. Dengan ini, kehidupan rakyat kian sulit. Bebannya terus bertambah. 

Namun, nampaknya Pemerintah abai. Tidak peka akan kesulitan rakyatnya. Tidak ragu-ragu dalam membuat kebijakan yang mendzalimi rakyat. Inilah salah satu watak pemimpin dalam sistem demokrasi kapitalisme. Sistem ini telah membuat penguasa mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan korporasi. Dengan ini lahirlah UU yang melegalkan liberalisasi migas. UU No. 22 tahun 2001 tentang migas telah membuka kran lebar-lebar bagi perusahaan asing untuk mengeksploitasi migas di Indonesia. Eksploitasi ini diperkuat dengan terbitnya UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, yang menyebutkan bahwa sektor migas dan pertambangan boleh dikuasai oleh Perusahaan asing hingga 95%. Seiring berjalannya waktu asing pun menguasai sektor hulu dan hilir dalam pengelolaan migas dan penjualan BBM. 

Perlu solusi ampuh untuk menyelesaikan problem ini. Solusi yang bersumber dari Al-Khaliq dan Al-Mudabbir. Pencipta dan Pembuat aturan untuk manusia. Yakni sistem Islam yang akan memberi kebaikan dan rahmat untuk seluruh hamba-Nya. Sistem ini telah membawa umat pada kegemilangan dan menjadi mercusuar peradaban selama 13 abad. Menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya tanpa diskriminasi. Sistem Islam yang diterapkan dalam institusi Khilafah akan menjalankan sistem ekonomi Islam. Salah satunya dengan menjamin ketersediaan bahan pokok dan BBM untuk rakyatnya dengan mudah. 

BBM termasuk kepemilikan umum yang pengelolaannya wajib dilakukan oleh negara. Dikarenakan pengelolaannya membutuhkan keahlian, teknologi tinggi dan berbiaya besar. Tidak boleh dikelola oleh individu atau korporasi. Kemudian negara mendistribusikannya kepada rakyat secara gratis atau dengan harga jual yang murah sesuai biaya produksi. Negara tidak mengambil keuntungan kecuali jika dijual ke luar negeri. Maka negara boleh mengambil keuntungan sebesar-besarnya agar mampu menjamin kesejahteraan rakyat.

Dengan mengambil solusi Islam, niscaya Allah akan turunkan keberkahan dari langit dan bumi. Inilah satu-satunya cara untuk menghentikan berbagai kedzaliman dan menciptakan keadilan. Wallahu a'lam bishshawab.[]

Oleh: Nina Marlina, A.Md
Penulis Bela Islam

Posting Komentar

0 Komentar