Prof. Suteki Tegaskan Jalan Keluar Penegakan Hukum Harus Systemic



TintaSiyasi.com-- Pakar Hukum Masyarakat Prof. Dr. Suteki, S.H., M.Hum, menawarkan jalan keluar dari rapor merah penegakan hukum sepanjang 2020 harus systemic.

"Bagaimana jalan keluarnya? Supaya kita tidak rapor merah mestinya jalan keluarnya juga harus systemic untuk bisa keluar dari semua lilitan di bidang penegakan hukum itu," tuturnya dalam acara Diskusi Online: 2020, Rapor Merah Jokowi?, Ahad (27/12/2020) di kanal YouTube Media Umat.

Menurutnya, harus ada yang namanya revolusi akhlak sebagai solusi yang sistemis. Ini bukan revolusi akhlak biasa tapi revolusi akhlak negara. "Jadi, jalan keluarnya itu penyelenggara negara harus paham dan mengerti betul bagaimana menjalankan tugas negara," ujarnya.

"Tidak cukup dengan reformasi tanpa bukti. Tidak cukup juga revolusi mental ternyata mental. Karena tanpa bantalan yang jelas, mental juga disitu," imbuhnya.

Oleh karena itu, ia mengatakan negara harus hadir mengatasi segala masalah dan negara harus menjadi negara pengurus. "Bagaimana jadi negara pengurus? Negara yang meri'ayah rakyatnya dan betul-betul menghadirkan kesejahteraan secara umum yang bisa kita rasakan. Negara itu harus menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan, menjaga harta, menjaga kehormatan, menjaga keamanan dan menjaga daulah itu sendiri. Nah, ini saya kira bisa menjadi jalan keluarnya," bebernya.

Terkait dengan apa yang disampaikan oleh Menteri Agama mengenai narasi populisme Islam, ia mengkritik jangan sampai ini menjadi islamophobia. "Populisme Islam itu saya kira sangat wajar dilakukan ketika memang umat islam itu merasa terancam," ujarnya.

Menurutnya, justru negara itu harus melindungi, merangkul semua komponen bangsa termasuk agama-agama itu semua harus dirangkul, bukan malah dipojokan, ditindas dan dipersekusi melalui tangan-tangan siapa pun. 

"Kalau tidak mau ada populisme Islam, ya jangan merepresi kelompok-kelompok Islam yang memang menawarkan cara lain. Sistem yang lain agar kita bisa keluar dari krisis yang kita alami ini. Kalau itu dilakukan bisa kontra produktif. Maka yang muncul itu adalah yang mereka takutkan yakni persoalan terorisme dan radikalisme. Jadi, semua itu bisa diredam ketika seluruh komponen termasuk umat Islam itu diajak bicara dan diajak dialog untuk menyelesaikan seluruh permasalahan di negeri ini," pungkasnya.[] Achmad Mu'it

Posting Komentar

0 Komentar